Penderita HIV/AIDS Lebih Dari 340 Kasus

379
CEK KESEHATAN: Sejumlah pekerja karaoke menjalani voluntary counseling test (VCT) yang dilakukan di karaoke Paradise Bandungan, Senin (1/12) kemarin. (FOTO: DOK)
 CEK KESEHATAN: Sejumlah pekerja karaoke menjalani voluntary counseling test (VCT) yang dilakukan di karaoke Paradise Bandungan, Senin (1/12) kemarin. (FOTO: DOK)

CEK KESEHATAN: Sejumlah pekerja karaoke menjalani voluntary counseling test (VCT) yang dilakukan di karaoke Paradise Bandungan, Senin (1/12) kemarin. (FOTO: DOK)

UNGARAN- Bupati Semarang Mundjirin mengaku prihatin dengan kasus HIV AIDS di Kabupaten Semarang yang mencapai 340 lebih penderita. Sehingga pihaknya terus berupaya melakukan sosialisasi pencegahan dan penularan HIV/AIDS.

Salah satunya dengan membentuk MPA di masing-masing kecamatan hingga desa, menggelar kegiatan sosialisasi dan pemeriksaan VCT. “Penyakit ini disebabkan selain hubungan seks juga transfusi darah dan penularan melalui jarum suntik. Jadi kita coba untuk mensosialisasikan pencegahan penularannya pada masyarakat. Saya prihatin karena banyak temuan penderita, dulu waktu saya masih Direktur RSUD lima tahun lalu di sini hanya ada 30 orang. Bahkan ada juga karyawan pabrik, guru dan kaum agamis yang menderita HIV/AIDS,” kata Bupati.

Sementara itu, saat ramai digelar peringatan Hari Aids Sedunia di Kabupaten Semarang, Senin (1/12) pagi kemarin oleh sejumlah organiasi penanggulangan HIV/AIDS yakni Komisi Penanggulangan AIDS Indonesia (KPAI) Kabupaten Semarang, Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) serta sejumlah organisasi lainnya dan Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang. Seorang perempuan berusia sekitar 28 tahun yang menderita HIV/AIDS terlantar di Ambarawa.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Semarang, The Hok Hiong mengatakan, pihaknya menemukan seorang perempuan berumur sekitar 28 tahun yang terlantar di Ambarawa. Perempuan malang tersebut sempat dibawa ke rumah salah seorang warga Ngamping Ambarawa dan diperiksa di RSUD Ambarawa karena sakit. Ternyata setelah dirawat selama lima hari, dokter memvonis perempuan tersebut menderita HIV/AIDS.

“Saya sudah koordinasi dengan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Dinas Kesehatan dan Komisi Penanggulangan AIDS Indonesia Kabupaten Semarang untuk memulangkan perempuan terlantar itu ke Pandeglang. Tapi instansi terkait hanya memberi bantuan uang. Karena terus menangis, akhirnya perempuan itu dipulangkan menggunakan mobil ambulans PDI Perjuangan,” kata The Hok. Melihat kasus tersebut, The Hok meminta Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Semarang mengalokasilahkan anggaran untuk menangani orang terlantar.

Sementara itu dalam peringatan HAS, panitia menggelar VCT masal dengan sasaran ratusan orang dari sejumlah tempat public serta 4 lokalisasi serta kawasan hiburan. Ratusan warga dan pekerja hiburan dan pekerja seks sukarela mengikuti VCT yang dipusatkan di beberapa lokasi.

Ketua Masyarakat Peduli AIDS (MPA) Bandungan, Nanang Septiana mengatakan, sejumlah pekerja karaoke dan pekerja seks di Bandungan dikumpulkan dan dilakukan VCT. Hasilnya tidak ada temuan penderita baru dalam VCT yang dipusatkan di karaoke Paradise Bandungan.

Nanang mengatakan, penanganan kesehatan bagi pekerja hiburan di Bandungan berjalan lancar sehingga para pekerja seks dan hiburan terkontrol kesehatannya. “Di Bandungan HIV/AIDS sudah ditangani dengan baik. Tidak ada kasus baru disini,” tutur Nanang (tyo/zal)