Tiga Perusahaan Konsultan Dicatut

510

MANYARAN – Tiga perusahaan jasa konsultan perencanaan dan pengawas pembangunan diketahui telah dicatut namanya seolah-olah sebagai konsultan perencana dan pengawas dalam proyek pengadaan gedung laboratorium bahasa dan laboratorium bisnis pada Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Kudus tahun 2004. Tiga perusahaan itu adalah CV Desain Utama, CV Arwindo Konsultan Pati, dan CV Bromas Damar Kauripan.

Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan kasus dugaan penyelewengan dana bantuan sarana dan prasarana pada Disdik Kabupaten Kudus 2004 dengan terdakwa mantan Bupati Kudus, M. Tamzil dan mantan Kepala Disdik Kudus, Ruslin serta Direktur CV Gani and Sons Abdul Gani yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Senin (1/12).

”Saya tidak mengenal para terdakwa. Begitu juga saya tidak pernah ikut terlibat dalam proyek tersebut,” ungkap Direktur CV Desain Utama, Nur Rohmad Abidin saat menjadi saksi di hadapan majelis hakim yang diketuai Antonius Widijantono.

Hal yang sama juga diungkapkan dua saksi lainnya, Aris Handono Warih (Direktur CV Arwindo Konsultan Pati), dan Radius Wahyu Broto (Direktur CV Bromas Damar Kuripan).

Mendengar jawaban para saksi, jaksa penuntut umum kemudian mengonfrontasi dengan beberapa dokumen yang menyatakan keterlibatannya. Bukannya membenarkan, mereka justru mengklaim bahwa surat kuasa, stempel, dan tanda tangan mereka telah dipalsukan.

Menurutnya, jika mereka memang ikut terlibat dalam proyek tersebut, mereka pasti telah mengenalnya. ”Jangankan mengenal, kami dihubungi lewat telepon pun tidak,” akunya.

Menanggapi kesaksian para saksi, terdakwa M. Tamzil dan Ruslin tidak mengajukan pertanyaan atau keberatan. Akan tetapi, terdakwa Abdul Gani dengan tegas menyatakan bahwa memang benar ia tidak mengenal para saksi. Namun karyawannya yang telah melakukan kesepakatan dengan karyawan yang bersangkutan. ”Itulah kenapa kemudian saya menanyakan ada gak karyawan mereka yang ahli menggambar bangunan. Dan mereka menjawab ada,” ungkapnya.

Selain ketiga saksi konsultan tersebut, persidangan yang selesai hingga sore hari itu juga menghadirkan empat saksi lainnya. Satu saksi panitia pengkaji yakni mantan Kabag Pemerintahan yang sekarang menjabat Asisten III Sekda Kudus, Mas’ut. Sedangkan tiga saksi dari penyedia barang yakni Tino Tanggono (pemilik toko Asia Sport Surabaya), Syaifudin Zuhri Wikanto (Komisaris CV Orion) dan Soeroyo (pemilik usaha dagang mebel Moro Seneng). Mereka diperiksa terkait pembelian barang yang dilakukan oleh CV Gani and Sons untuk pengadaan sarana dan prasana pendidikan tersebut. (fai/aro/ce1)