Dikeluhkan Masyarakat, Psikotes SIM Ditunda

319

UNGARAN– Polres Semarang menunda penerapan psikotes bagi pemohon surat izin mengemudi (SIM) A baru maupun perpanjangan. Penundaan tersebut dilakukan karena masih banyak masyarakat yang belum tahu dan belum siap. Sehingga Polres Semarang akan memaksimalkan sosialisasi kebijakan tersebut ke masyarakat.

Kasat Lantas Polres Semarang AKP Alil Rinenggo mengatakan, sebenarnya kebijakan psikotes pemohon SIM A, B dan C diberlakukan seluruh Indonesia termasuk di wilayah Polres Semarang. Jadual penerapan psikotes tersebut rencananya Senin (1/12) lalu. Namun pelaksanaannya di Polres Semarang ditunda karena kurangnya sosialisasi di masyarakat. “Pelaksanaan psikotes ditunda karena sosialisasi di masyarakat kurang. Sampai kapan ditundanya kita belum belum tahu menunggu petunjuk pusat,” kata Alil, Selasa (2/12) kemarin.

Alil mengatakan, pihaknya sebenarnya siap menjalankan kebijakan pusat tersebut. Sebab tes psikologi itu untuk mengetahui kondisi kejiwaan pengendara kendaraan bermotor. Tujuannya untuk meminimalisir kecelakaan lalu lintas.

Salah seorang pemohon SIM, Amri Hasanudin, 46, warga Kuncen, Ungaran Barat mengatakan, semestinya psikotes hanya diwajibkan untuk pengemudi angkutan orang atau barang. Sebab banyak kecelakaan yang melibatkan angkutan umum.“Pengemudi angkutan umum itulah yang harus di tes kejiwaannya. Sebab tanggungjawabnya sangat besar sehingga harus diketahui tingkat emosinya. Mereka juga kerap ugal-ugalan kalau mengejar waktu,” ungkap Amri ditemui saat mengantarkan anaknya membuat SIM C. (tyo/zal)