Main Tenis di Atas Kursi Roda

376
BUTUH KEAHLIAN KHUSUS: Seorang pemain tenis tengah bersiap, sebelum menghadapi lawannya. (ABAZ ZAHROETIN/RADAR KEDU)
 BUTUH KEAHLIAN KHUSUS: Seorang pemain tenis tengah bersiap,  sebelum menghadapi lawannya. (ABAZ ZAHROETIN/RADAR KEDU)

BUTUH KEAHLIAN KHUSUS: Seorang pemain tenis tengah bersiap, sebelum menghadapi lawannya. (ABAZ ZAHROETIN/RADAR KEDU)

TEMANGGUNG—Penyandang disabilitas di Kabupaten Temanggung kemarin bertanding tenis di atas kursi roda. Permainan tenis kursi roda digelar dalam rangka meramaikan Temu Olahraga Penyandang Disabilitas dalam rangkaian Hari Disabilitas Internasional di Kabupaten Temanggung.

Koordinator Temu Olahraga Penyandang Disabilitas dari Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (BBRSBG) “Kartini” Temanggung Sartono mengatakan, dari lima cabang olahraga yang digelar, tenis kursi roda masih dalam eksibisi.

“Dalam eksibisi ini, sebenarnya akan diikuti para atlet dari Solo dan Bantul Yogyakarta. Tapi atlet dari Solo berhalangan hadir, sehingga hanya atlet dari Bantul yang bermain,” katanya.

Dikatakan, sejumlah cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Temu Olahraga Penyandang Disabilitas, antara lain, bulu tangkis, catur, tenis meja, becce, dan sepak bola. Semua olahraga diikuti para penyandang disabilitas dengan keterbatasan masing-masing. Becce, misalnya, menjadi olahraga yang dimainkan oleh penyandang tuna grahita yang merupakan olahraga cukup populer.

Atlet tenis kursi roda dari Bantul, Yulianto mengatakan, hingga sekarang belum banyak turnamen tenis kursi roda. Selama ini, turnamen tenis kursi roda baru berlangsung di Jakarta, yakni Pusrehab Cup dan DKI Cup. “Kami berharap lebih banyak digelar turnamen jenis olahraga ini, sehingga bisa mengukur kemampuan kami yang selama ini lebih banyak berlatih,” katanya.

Kepala BBRSBG Kartini Temanggung, Suhardi mengatakan, Temu Olahraga Penyandang Disabilitas diikuti 315 peserta. Terdiri atas 199 atlet dan 116 pendamping. Melalui kegiatan ini, diharapkan para penyandang disabilitas dapat berprestasi dan mengembangkan diri. (zah/isk)
JS: Atlet Solo Berhalangan Hadir