Peredaran Miras Masih Marak

334
MEMABUKKAN : Petugas KPBC dan Satpol PP menunjukkan minuman keras golongan B hasil razia di salah satu pedagang minuman keras ilegal di Kabupaten Temanggung. (ABAZ ZAHROTIEN/RADAR KEDU)
 MEMABUKKAN : Petugas KPBC dan Satpol PP menunjukkan minuman keras golongan B hasil razia di salah satu pedagang minuman keras ilegal di Kabupaten Temanggung. (ABAZ ZAHROTIEN/RADAR KEDU)

MEMABUKKAN : Petugas KPBC dan Satpol PP menunjukkan minuman keras golongan B hasil razia di salah satu pedagang minuman keras ilegal di Kabupaten Temanggung. (ABAZ ZAHROTIEN/RADAR KEDU)

TEMANGGUNG—Minuman keras yang beredar di Kabupaten Temanggung tak hanya golongan berkadar alkohol rendah. Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPBC) Jogjakarta bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menemukan peredaran miras golongan B dan C tanpa izin resmi. Miras golongan ini memiliki kadar alkohol di atas 5 persen.

Dalam razia di Kelurahan Jampirejo, petugas menyita sedikitnya dua kardus minuman keras produk lokal ditambah dua botol minuman buatan luar negeri. Total ada 26 botol.

Petugas KPBC Jogjakarta Farid Irfan mengatakan, razia ini digelar dalam rangka mengecek dan menertibkan kegiatan perdagangan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) atau lazim disebut miras. Dasar razia ini adalah UU Nomor 39 tahun 2008 yang mengatur tentang MMEA, produksi, serta peredaran minuman beralkohol.

“Hari ini kami hanya merazia satu titik pedagang minuman keras yang telah lama menjadi target operasi, tepatnya di wilayah Jampirejo atas nama pedagang R. Dari kegiatan ini kami berhasil mengamankan barang bukti berupa 26 botol minuman keras dengan kadar alkohol yang masuk golongan B dan C,” akunya, Selasa (2/12). Kegiatan serupa akan digelar hingga pengujung tahun 2014.

Kegiatan razia ini terselenggara berkat kerja sama pihak Pemerintah Kabupaten, dalam hal ini Satpol PP beserta kepolisian setempat dengan dibantu laporan masyarakat yang telah resah dengan maraknya peredaran minuman keras di Temanggung.
“Ini menyalahi Perda Nomor 22 tahun 2001 yang isinya bahwa peredaran miras hanya diperbolehkan dengan syarat kadar alkohol tertentu saja,” imbuhnya.

Kedepan, pihaknya akan tetap mengawasi dan mendalami berbagai titik yang ditengarai sebagai lokasi penjualan miras. Bahkan pihaknya tak menutup kemungkinan akan merazia beberapa titik atas dasar laporan masyarakat yang masuk. “Peredaran miras di Temanggung ini sudah sangat mengkhawatirkan. Pasalnya minuman haram ini sudah merasuk hingga kalangan pelajar serta masyarakat umum, bahkan telah terbukti menelan korban jiwa yang tak sedikit,” tandasnya. (zah/ton)