Sudah Tentukan Enam Fencer

410

SEMARANG – Enam fencer (pemain anggar) bakal menjadi tulang punggung Jateng di ajang PON Remaja Surabaya 9-15 Desember 2014 mendatang. Keenamnya adalah Dino Setyawan di nomor degen putra, Chofifatul Laila Fitriana (degen putri), Oktafira Rahman (floret putri), Yusuf Aprilian (floret putra), Dinda Dwi Ariyanti (sabel putri), dan Yusuf Reynaldi sabel putra.

Mereka adalah atlet-atlet anggar terbaik dalam pemusatan latihan di Balai Pengembangan Pendidikan Khusus (Diksus) Jateng, Jalan Maguwoharjo Raya, sejak beberapa bulan lalu. Selama pemusatan, keenamnya mengalami perkembangan signifikan sehingga mendapatkan kesempatan mewakili Jateng.

”Ini keputusan tim pelatih setelah melihat perkembangan terakhir para atlet dan beberapa kali simulasi antaratlet. Kami harap, mereka dapat memberikan yang terbaik untuk Jateng saat tampil di PON Remaja,” kata Ketua Ikasi Jateng Kukuh Birowo.

Sebelumnya, Ikasi Jateng meloloskan enam nomor pada PraPON Remaja di Samarinda Kaltim, akhir Agustus lalu. Namun, saat itu masih by number. Tiap-tiap provinsi diperbolehkan memilih atletnya yang akan tampi. Jateng pun memilihnya melalui seleksi dan pemusatan di Diksus Jateng.

Para atlet tersebut telah mendapatkan pembekalan dan latihan oleh para pelatih Jateng, seperti Hendra Faradilla, Jack Slamet, Iswahyudi dan Os Ortega. Mulai dari penambahan materi fisik, teknik, strategi dan mengasah mental. Uji tanding antaratlet juga terus dilakukan.

Rencananya, para atlet akan bertolak ke Surabaya pada Minggu (7/12). Mereka masih memiliki waktu istirahat dan recovery (pemulihan) untuk bertanding pada Rabu (10/12). Pengurus Ikasi Jateng menargetkan dapat membawa pulang dua emas dari ajang tersebut.

Pelatih Anggar Jateng Jack Slamet mengatakan, peluang anak asuhnya untuk merebut dua medali emas cukup terbuka. Hal itu berkaca pada hasil manis pada Kejurnas antar PPLP di Samarinda Kaltim, Agustus lalu. Saat itu, Jateng menjadi peraih medali terbanyak dengan tiga emas, lima perak dan tiga perunggu. ”Kami hanya minta agar para atlet tidak terlalu percaya diri dan meremahkan lawan. Atlet-┬Čatlet Jatim dan Sumsel pautu diwaspadai. Kedua daerah itu memiliki basis pembinaan yang bagus di cabang anggar,” kata Jack. (bas/zal)