Tarif Angkot Naik 13 Persen

331

WONOSOBO–Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Wonosobo sudah menetapkan besaran kenaikan tarif untuk angkutan kota (angkot) dan angkutan pedesaan (angkudes) sebesar 13 persen dari tarif sebelumnya.

Kenaikan tersebut sebagai dampak pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan premium.
“Kami sudah menetapkan kenaikan tarif angkot dan angkudes sebesar 13 persen dari tarif sebelumnya,” kata Kepala Dishubkominfo Kabupaten Wonosobo Haryanto kepada Radar Kedu, kemarin.

Haryanto mengatakan, kenaikan tarif tersebut, mempertimbangkan masukan organisasi angkutan darat (organda) yang sebelumnya mengusulkan kenaikan 25 persen. Sekaligus, mempertimbangkan ketentuan Kementrian Perhubungan. Hasilnya, kenaikan tarif 13 persen. ”Untuk legalitas kenaikan harga ini, menunggu SK Bupati dan sudah kami ajukan,” katanya.
Dikatakan, untuk memastikan penerapan tarif sesuai ketentuan, pihaknya akan melakukan pengawasan di lapangan. Jika ada sopir dan awak angkutan yang menerapkan dengan harga tidak sesuai ketentuan, akan dilakukan pemanggilan. “Kalau ada yang melebihi ketentuan, akan kami beri peringatan,” katanya.

Jika sudah diberi peringatan tapi tetap membandel, kata Haryanto, pihaknya akan menindak tegas. Sanksi terberat, pencabutan izin trayek. Sebab dampak kenaikan tarif yang tak sesuai ketentuan resmi, akan berdampak buruk terhadap masyarakat. “Kalau tidak bisa diatur sesuai ketentuan, kami punya hak cabut izin trayek,” katanya.

Selain mengomunikasikan kepada para sopir, lanjut Haryanto, pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan para pengusaha angkutan melalui Organda. Ia berharap, dengan penerapan kebijakan ini, akan memperlancar pelayanan transportasi.
Bagaimana dengan tarif Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP)? “Belum ada keputusan, itu wewenang Dinas Perhubungan Provinsi.” (ali/isk)