Kejari Tahan Satu Tersangka

365
BERI KETERANGAN: Kepala Kejari Semarang, Asep N. Mulyana didampingi Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Arifin Arsyad saat jumpa pers dengan wartawan, kemarin. (AHMAD FAISHOL/RADAR SEMARANG)
 BERI KETERANGAN: Kepala Kejari Semarang, Asep N. Mulyana didampingi Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Arifin Arsyad saat jumpa pers dengan wartawan, kemarin. (AHMAD FAISHOL/RADAR SEMARANG)

BERI KETERANGAN: Kepala Kejari Semarang, Asep N. Mulyana didampingi Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Arifin Arsyad saat jumpa pers dengan wartawan, kemarin. (AHMAD FAISHOL/RADAR SEMARANG)

KRAPYAK – Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang menetapkan satu tersangka dalam dugaan korupsi pada kantor Unit Pengelola Cabang (UPC) Pegadaian di Pasar Mangkang Cabang Kaliwungu. Adalah RSW, 44, yang tak lain pimpinan UPC pegadaian setempat.

”Hari ini (kemarin, Red) kami lakukan pemeriksaan kedua terhadap RSW. Setelah pemeriksaan selesai, langsung dilakukan penahanan di Lapas Kedungpane Semarang,” ungkap Kepala Kejari Semarang, Asep N. Mulyana saat jumpa pers dengan wartawan, Rabu (3/12).

Asep menjelaskan, pemeriksaan pertama dilakukan pada Senin (1/12) lalu. Lantaran tidak didampingi penasihat hukum, pemeriksaan dihentikan. Setelah Kejari menunjuk penasihat hukum yang mendampingi, baru pemeriksaan dilanjutkan. ”Sesuai dengan aturan yang ada, jika ancaman hukuman lebih dari 15 tahun, tersangka harus didampingi penasihat hukum sebelum ditahan,” bebernya di Kantor Kejari Semarang.

Dijelaskan, berdasarkan penyelidikan yang dilakukan tim Kejari sejak Oktober 2014, tersangka diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum dan merugikan negara dengan cara tidak melakukan pembukuan baik sebagian atau seluruhnya dari uang Barang Jaminan Dalam Proses Lelang (BJDPL) dalam kurun waktu Januari–April 2014.

”Kami telah memeriksa sejumlah saksi yang meliputi nasabah, pegawai internal pegadaian dan beberapa orang terkait,” imbuhnya didampingi Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Arifin Arsyad dan Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Teguh Imanto.

Tidak hanya itu, lanjut Asep, tersangka diduga telah melakukan kredit fiktif dengan cara menjaminkan barang miliknya atau orang lain seolah-olah terjadi kredit, padahal sebenarnya tidak ada. Tersangka juga terindikasi membuat taksiran tinggi atas jaminan di luar kewajaran. Atas kelebihan itu, kemudian digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka. ”Saat ini, kami belum bisa menentukan secara pasti kerugian negara karena masih didalami tim penyidik. Yang jelas mencapai ratusan juta rupiah,” terangnya.

Atas perbuatannya, tersangka yang telah diturunkan jabatannya menjadi staf biasa pada Kantor Wilayah Pegadaian Jawa Tengah dapat dijerat dengan pasal 2, 3, atau 8 jo pasal 18 undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak korupsi dengan ancaman pidana penjara minimal 4 tahun serta maksimal 20 tahun.

”Sementara ini tersangka baru satu. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain berdasarkan hasil pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, kami masih mendalami adanya penyimpangan yang dilakukan tersangka sebelum kurun waktu tersebut,” pungkas Asep yang mengaku telah menyita beberapa dokumen sebagai barang bukti. (fai/ida/ce1)