Daihatsu Peduli Penderita Thalassemia

454
CERIA: Sebanyak 75 anak-anak penderita thalassemia berfoto bersama manajemen PT Astra International Daihatsu di Water Blaster. (TRI SUTRISTYANINGSIH/RADAR SEMARANG)
 CERIA: Sebanyak 75 anak-anak penderita thalassemia berfoto bersama manajemen PT Astra International Daihatsu di Water Blaster. (TRI SUTRISTYANINGSIH/RADAR SEMARANG)

CERIA: Sebanyak 75 anak-anak penderita thalassemia berfoto bersama manajemen PT Astra International Daihatsu di Water Blaster. (TRI SUTRISTYANINGSIH/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebanyak 75 anak penderita thalassemia, tampak begitu bahagia ketika diajak PT Astra International Daihatsu bermain wahana air di Water Blaster, beberapa waktu lalu. Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian atau Corporate Social Responbility (CSR) PT Astra Internasional Daihatsu.

Direksi PT Astra melihat penderita thalassemia di Indonesia cukup tinggi. Hal ini di antaranya dikarenakan banyak masyarakat yang tidak paham tentang penyakit thalassemia. Melalui kegiatan ini PT Astra mencoba untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya penyakit thalassemia bila tidak ditangani secara sedini. ”Kita ingin bisa membantu para penderita ini sekaligus mencoba memutus mata rantai perkembangannya. Paling tidak kami ingin membuat mereka ceria dan melupakan penyakit yang dideritanya,” tutur Budhi Krisnanto, Branch Head Semarang PT Astra International.

Pada kegiatan PT Astra, juga memberikan bantuan kepada penderita thalassemia di antaranya, sosialisasi terhadap masyarakat, pengadaan pompa suntik, screening, kegiatan bermain bersama penderita. Dalam kegiatan ini PT Astra bekerjasama dengan Perhimpunan Orang tua Penderita Thalassemia indonesia (POPTI) Semarang, dan serentak dilakukan di 9 kota yakni Semarang, Jakarta, Bandung, Bogor, Palembang, Jogja, Medan, Pontianak dan Surabaya.

Ketua POPTI Semarang, dr Hadi Sarosa menuturkan, Thalassemia adalah kelainan darah yang terjadi karena faktor genetik sehingga membuat penderitanya harus melakukan transfusi darah seumur hidup. Secara fisik, seseorang yang mengidap Thalassemia nampak tidak berbeda dengan orang sehat pada umumnya. Namun karena sel darahnya tidak sempurna secara genetis, maka tak ada kemungkinan untuk sembuh. Transfusi darah yang biasanya dilakukan oleh penderita sebulan sekali adalah cara untuk memperpanjang kesempatan hidupnya. Karena sering melakukan transfusi darah, dampak yang harus ditanggung penderita adalah meningkatnya kadar zat besi (Fe) dalam tubuhnya.

“Jika hal ini dibiarkan maka lama-lama bisa meracuni organ hati dan ginjal. Solusinya, penderita harus disuntik dengan obat desferal (iron chelating) untuk membuang kelebihan zat besi dalam tubuhnya. Penyuntikan dilakukan di bawah kulit di daerah perut dengan pompa suntik khusus. ”Oleh sebab itu, kami sangat berterima kasih kepada Astra yang begitu peduli terhadap penderita thalassemia,” tambahnya. (*/tya/smu)