Lima Kali Holcim Raih PROPER Emas

303
PENGHARGAAN: Wapres Jusuf Kalla didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, menyerahkan langsung penghargaan PROPER Emas kepada Lilik Unggul Raharjo, Manufacturing Director Holcim Indonesia. (ISTIMEWA)
PENGHARGAAN: Wapres Jusuf Kalla didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, menyerahkan langsung penghargaan PROPER Emas kepada Lilik Unggul Raharjo, Manufacturing Director Holcim Indonesia. (ISTIMEWA)
PENGHARGAAN: Wapres Jusuf Kalla didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, menyerahkan langsung penghargaan PROPER Emas kepada Lilik Unggul Raharjo, Manufacturing Director Holcim Indonesia. (ISTIMEWA)

JAKARTA – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan untuk pertama kali memberikan penghargaan PROPER Emas lima kali berturut-turut kepada Holcim Indonesia, khususnya Pabrik Cilacap. Penghargaan ini merupakan pencapaian yang membanggakan bagi sebuah industri karena mampu mempertahankan penghargaan tertinggi atas kinerja lingkungan serta pengembangan masyarakat di sekitar unit operasionalnya. Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla dan diterima oleh Lilik Unggul Raharjo selaku Manufacturing Director Holcim Indonesia di Jakarta, 2 Desember 2014.

Mewakili Holcim Indonesia, Lilik Unggul Raharjo mengatakan, ”penghargaan ini membuat kami lebih termotivasi untuk terus meningkatkan kinerja lingkungan dan kepedulian sosial sesuai dengan prinsip perusahaan dalam menjalankan bisnis, dimana kemajuan ekonomi harus ditunjang dengan kinerja lingkungan yang baik dan kepedulian sosial (Triple Bottom Line). Prinsip ini sejalan dengan visi kami untuk membangun solusi yang berkelanjutan bagi masa depan masyarakat.”

Upaya yang telah dilakukan untuk mencapai kinerja di bidang lingkungan diantaranya adalah melakukan konservasi energi listrik dengan optimalisasi dan inovasi dalam proses produksi semen. Optimalisasi dilakukan dengan memanfaatkan bahan bakar alternatif setelah melalui kajian teknis, lingkungan dan sertifikasi keselamatan (Acert). Salah satu hasil yang terlihat adalah penurunan emisi gas rumah kaca (CO2) sebesar 7.4% dari baseline tahun 2010. Penurunan emisi tersebut juga didukung dengan penggunaan moda transportasi kereta api sebagai salah satu sarana pengangkutan semen. Selain konversi energi, Holcim juga melakukan konservasi sumber daya air dengan memanfaatkan 99% air hujan dalam proses produksinya.

Kinerja Sosial
Berbagai program berkelanjutan yang telah dan terus dilakukan mencakup program pendidikan, ekonomi, infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu program unggulan terintegrasi yang mencakup program ekonomi, pendidikan, lingkungan dan kesehatan adalah Pos Daya (Pos Pemberdayaan Keluarga). Saat ini telah terbentuk lebih dari 50 Pos Daya dengan anggota lebih dari 9.000 orang.

Di bidang pendidikan, Holcim telah menyalurkan beasiswa kepada 4.050 siswa sejak 1996, membina 4.103 siswa PAUD dan juga mengembangkan Sekolah Alam yang memberikan kesempatan bagi anak-anak usia sekolah dasar untuk mengikuti pelajaran matematika dan bahasa Inggris pada hari Sabtu dan Minggu dan terbukti mampu mengangkat nilai rata rata siswa-siswi tersebut. Program Enterpreneurship-based Vocational Education (EVE) terus dilanjutkan. EVE bertujuan meningkatkan kompetensi masyarakat melalui program pendidikan setara Diploma bidang Teknik untuk siswa-siswa terpilih dari sekitar lokasi pabrik Holcim. Di bidang keahlian dan profesi, 145 warga telah mengikuti berbagai pelatihan seperti las listrik dan telah mampu menerapkan keahliannya dalam pekerjaan mereka.

Di bidang ekonomi, Holcim Indonesia khususnya Pabrik Cilacap melakukan pembinaan Kampung Batik yang mengembangkan corak mangrove, pembinaan industri makanan kecil dan kerajinan dari limbah rumah tangga serta membantu penyaluran hasil produksinya. Salah satu binaan yang sudah beroperasi secara berkelanjutan adalah penyulingan minyak kayu putih.

Komitmen perusahaan untuk terus berinovasi di bidang sosial terwujud dengan mengangkat potensi lokal seperti pembentukan kampung bibit, bank sampah dan warung sampah serta mengembangkan dan mempopulerkan potensi lokal seperti berbagai ragam makanan khas Cilacap yaitu ”Brekecek” dan aneka makanan kecil.

Peran serta masyarakat secara aktif menjadi salah satu kunci sukses program-program pemberdayaan & pengembangan yang dilakukan Holcim. Setiap program melalui proses kajian dan evaluasi efektifitas oleh institusi independen terpercaya dalam Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). IKM tahun 2014 menunjukkan bahwa 88% masyarakat di Cilacap menyatakan puas dan merasakan manfaat dari program-program yang telah digulirkan.

Dengan tercapainya PROPER Emas untuk kelima kalinya, Holcim Indonesia berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan kinerja demi mewujudkan visinya untuk membangun solusi yang berkelanjutan bagi masa depan masyarakat, dengan tetap berinovasi dan melanjutkan program-program berkelanjutan yang sudah ada di bidang lingkungan dan sosial bersama-sama dengan masyarakat. (*/aro)