Penderita Ebola Diamankan di Pelabuhan

323
DIISOLASI: Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Semarang saat melakukan simulasi penanganan penderita penyakit Ebola di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
DIISOLASI: Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan  (KKP) Kelas II Semarang saat melakukan simulasi penanganan penderita penyakit Ebola di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
DIISOLASI: Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Semarang saat melakukan simulasi penanganan penderita penyakit Ebola di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
DIISOLASI: Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan  (KKP) Kelas II Semarang saat melakukan simulasi penanganan penderita penyakit Ebola di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
DIISOLASI: Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Semarang saat melakukan simulasi penanganan penderita penyakit Ebola di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

TANJUNG EMAS – Salah seorang wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia terpaksa diamankan jajaran petugas kesehatan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Pasalnya, wisatawan tersebut dicurigai mengidap penyakit Ebola (Ebola Virus Disease/EVD). Wisatawan itu sudah dicurigai ketika masih berada di atas kapal penumpang yang berlabuh di Pelabuhan Tanjung Emas. Para petugas kesehatan dibantu aparat keamanan langsung menangkap wisatawan tersebut begitu menginjakkan kakinya di pelabuhan.

Saat melakukan penangkapan, petugas sangat berhati-hati dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) berupa seragam khusus dan berlapis untuk menghindari tertularnya penyakit mematikan tersebut. Bahkan, hanya dalam waktu lima menit, petugas kesehatan mendirikan tenda khusus sebagai ruang isolasi penderita Ebola. Ya, begitulah simulasi yang dilakukan petugas kesehatan pelabuhan dan sejumlah pihak dalam penanganan penderita Ebola.

Menurut Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Semarang, Priagung Adhi Bawono, kegiatan simulasi ini bertujuan untuk mewaspadai masuknya penyakit Ebola ke Indonesia. Sehingga dengan adanya kegiatan ini, petugas kesehatan pelabuhan bisa secepatnya melakukan tindakan penanganan untuk pencegahan. ”Kita harus waspada apabila terjadi kejadian seperti ini. Sekarang dunia tengah terancam oleh penyakit Ebola. Jadi, kita harus selalu waspada,” katanya kepada Radar Semarang, Kamis (4/12) kemarin.

Dalam kegiatan itu, pihaknya menurunkan puluhan personel dari lintas sektoral, seperti Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Kantor Imigrasi, Kantor Bea Cukai, Balai Karantina, Pelabuhan Tanjung Emas, Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP), kepolisan, dan TNI Angkatan Laut.

”Kami melibatkan sebanyak 50 orang dari teknis, dan 20 orang di luar teknis dengan berbagai persiapan perlengkapn peralatan. Harapan kami, dengan adanya simulasi ini bisa membuat satu evaluasi kejadian, khususnya di pelabuhan dan di Jateng atau Kota Semarang,” ujarnya.

Dikatakan, sejuh ini penyakit Ebola belum ada di Indonesia. Namun pihaknya tetap bersiaga mulai dari pintu masuk bandara, pelabuhan serta melakukan kecermatan pendeteksian mulai dari luar negeri. Data WHO hingga November 2014, dilaporkan sebanyak 16.169 kasus dengan total kematian 6.928 akibat virus yang dapat menular antarmanusia dan hewan primata tersebut.

”Kalau di Indonesia memang belum ada. Kemarin ada suspect, ternyata negatif. Yang paling dicurigai adalah negara-negara di Afrika Barat, seperti Liberia, Silelion, dan Nigeria. Bahkan sekarang juga Amerika dan Spanyol. Untuk dari dalam negeri sendiri, kami terus melakukan pemantauan terhadap para ABK (anak buah kapal), penumpang maupun pekerja yang pernah singgah di negara-negara tersebut,” katanya. (mg9/aro/ce1)