53 Penderita AIDS Meninggal

357

SALATIGA – Wali Kota Salatiga Yuliyanto menjelaskan bahwa pengidap HIV AIDS dari prosentasi berdasarkan pekerjaan, wiraswasta merupakan yang terbanyak. Hingga tahun 2014 ini, 53 pengidap HIV di Salatiga meninggal dunia. Hal tersebut diungkapkan dalam apel luar biasa ini dilaksanakan di halaman kantor wali kota Jalan Sukowati 51 dan diikuti oleh PNS, TNI, Polri, Ikatan Bidan Salatiga, relawan HIV AIDS serta masyarakat.

Di Kota Salatiga sendiri, sejak ditemukan kasus HIV pada tahun 1994 hingga September tahun 2014, jumlah penderita HIV/AIDS kumulatif mencapai 183 orang yang terdiri dari 108 laki-laki dan 75 perempuan, dengan jumlah kematian penderita sebanyak 53 orang.

Masih menurut wali kota, kondisi tersebut menjadikan Kota Salatiga masuk dalam epidemi terkonsentrasi, dimana prevalensi kasus pada populasi kunci lebih dari 5 persen dan pada populasi umum dibawah 1 persen.”Adapun lima besar jumlah penderita HIV berdasar pekerjaan di Kota Salatiga, secara berturut-turut adalah wiraswasta, karyawan swasta, wanita pekerja seks, pemandu karaoke, dan ibu rumah tangga. Peningkatan infeksi HIV pada masyarakat umum, terutama karyawan swasta dan ibu rumah tangga, jika dibiarkan tentu akan membahayakan generasi yang akan datang,” jelas Yuliyanto.

Apel dirangkai dengan jalan sehat yang menyuhkan berbagai hadiah hiburan, Voluntary Counseling Test (VCT) berupa konseling pra testing, konseling post testing, dan testing HIV secara sukarela yang bersifat confidential dan secara lebih dini membantu orang mengetahui status HIV. (sas/zal)