Investasi Rp 300 T Siap Masuk Demak

273

DEMAK- Demak akan menjadi salah satu daerah tujuan investor untuk menanamkan modal usahanya, utamanya yang bergerak dalam bidang industri. Bahkan, kini banyak pengusaha yang mencari lahan ratusan hektare untuk memenuhi tujuan usaha mereka. Setidaknya, dana investasi yang akan masuk ke Demak dalam beberapa tahun ke depan bisa mencapai Rp 300 triliun.

Karena itu, Pemkab Demak diminta untuk bisa mensikapi potensi investasi ini dengan regulasi yang memadai. Artinya, jangan sampai investasi tersebut justru merugikan daerah. Ketua Badan Legislasi DPRD Demak, Nur Wahid mengungkapkan, seiring dengan rencana pengembangan kawasan pesisir pantai utara dengan pembangunan jalan di tepi laut dari Semarang hingga Jepara melalui Demak, maka perlu kajian yang mendalam, termasuk terkait dengan regulasi yang ada. “Kita perlu evaluasi penataan tata ruang. Kita juga perlu mengantisipasi berbagai hal utamanya dampak lingkungan nantinya,” ujar dia.

Menurutnya, wilayah Sayung akan menjadi basis kawasan industri sehingga saat ini di wilayah tersebut harga tanah terus naik. Nur Wahid menambahkan, sekarang ini dibutuhkan pembaharuan regulasi atau payung hukum yang tepat untuk Demak ke depan. “Sejauh ini masih banyak perda yang belum maksimal untuk mendongkrak PAD. Nah, kita harus membuat perda yang bisa meningkatkan PAD tersebut,” jelasnya.

Dia juga menyoroti banyaknya lahan pertanian yang digunakan untuk perusahaan atau pabrik, termasuk rice mill (penggilingan padi) yang berdiri diatas tanah produktif. Selain itu, mengkritisi soal keberadaan tenaga kerja asing yang bekerja di beberapa perusahaan. Menurutnya, industri yang mempekerjakan tenaga asing (Imta) harus bisa dimaksimalkan tarikan retribusinya.

“Mestinya, retribusinya bisa maksimal. Sejauh ini yang kita tahu restribusi untuk tenaga kerja asing hanya sekitar 200 dolar per bulan. Jika dilihat dari laporan Disnaker hanya ada pemasukan retribusi sekitar Rp 110 juta,” katanya. Dia berharap, retribusi tenaga kerja asing itu bisa meningkat lagi. (hib/ric)