Layanan CDMA Tak Berkembang

260

SEMARANG – Era layanan Code Division Multiple Access (CDMA) yang sempat ‘booming’ saat ini sudah tidak dapat dikembangkan lagi. PT Telkom sebagai salah satu penyedia layanan CDMA, memutuskan untuk melakukan migrasi 600.000 pelanggannya ke Telkomsel yang masih anak perusahaan Telkom. Sampai saat ini sudah 21.000 pelanggan melakukan migrasi.

Kepala PT Telkom Divisi Regional IV Jateng-DIY Rosyidul Umam Ally mengungkapkan, pihaknya telah melakukan migrasi atau perpindahan pelanggan yang menggunakan layanan Flexi ke layanan Telkomsel sejak bulan Oktober lalu. Rata-rata sebanyak 1.500-3.000 pelanggan melakukan migrasi tiap hari. “Bagi pelanggan khusus Flexi baik Classy maupun Trendy tidak perlu khawatir pulsa akan lebih mahal, karena Telkom tetap menjamin tarif seperti Flexi hanya Rp 49 per menit,” ujarnya.

Pelanggan Flexi ini nantinya akan berubah menjadi AS-CDMA (Flexi Trendy) dan Halo Fit – CDMA untuk Classy, atau bisa memilih AS – CDMA. Sedangkan nomor kartu akan diawali dengan 0851, dan 4 hingga 6 digit terakhir dapat menggunakan nomor Flexi lama. Dirinya menargetkan, hingga akhir tahun ini semua pelanggan Flexi telah melakukan migrasi ke Telkomsel. Dirinya juga berharap agar pengguna Flexi untuk melakukan up grade dengan datang ke Plasa Telkomsel ataupun Telkomsel Grapari.

Senior Manager Customer Care PT Telkom Divisi Regional IV Jateng-DIY Fera Pebriyanti menerangkan, kompensasi saldo pulsa juga akan diberikan sebagi pengganti atas pulsa Flexi yang ada sebelum dilakukan migrasi melalui pulsa Telkomsel melalui top up bagi pelanggan prabayar. “Untuk yang sudah melakukan upgrade atau migrasi, nomor lama tetap bisa dihubungi lantaran kami telah menyiapkan solusi berupa fasilitas call forward, IVR dan SMS Informasi yang secara otomatis sudah langsung diteruskan ke nomor Telkomsel yang baru tanpa dipungut biaya,” tambahnya. (den/tya/smu)