Pengembangan Morosari Dikaji

329

DEMAK- Akuntan publik telah melakukan audit perusahaan daerah (Perusda). Kini, audit tersebut masih dalam tahapan analisa. Audit ini diperlukan untuk mengetahui sejauhmana sehat tidaknya unit Perusda yang dikelola Pemkab Demak selama ini.

Kabag Perekonomian Setda Demak, Suhasbukit mengungkapkan, dilakukannya audit itu sebagai bentuk strategi penyehatan atau penataan perusda yang ada. Dia mencontohkan, Pantai Morosari yang kini hidup segan mati tak mau akan ditutup atau tidak. Namun, sementara ini Pemkab berencana tetap akan membangun potensi wisata pantai tersebut. “Bila nanti mampu membangun sendiri, itu lebih baik. Tapi, bila tidak mampu maka akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga,” katanya. Menurutnya, beberapa instansi terkait telah dikumpulkan untuk memoles Pantai Morosari. Diantaranya dengan Dinas Kelautan, dan Perikanan (DKP), Dinas Pertanian maupun Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud).

Pada intinya, instansi yang ada kaitannya dalam melakukan penataan pantai harus bisa berkoordinasi satu dengan yang lain. “Kalau DKP mau menanam mangrove, maka perlu tempat yang tepat sehingga bisa menunjang pengembangan wisata. Kita juga berupaya bagaimana pengunjung Morosari bisa naik perahu dari sungai lalu ke pantai dan bukan membawa kendaraan ke lokasi wisata langsung. Jadi, ada pemberdayaan nelayan yang punya perahu tersebut,” kata Suhasbukit.

Terlepas dari itu, beberapa Perusda tersebut telah menyetorkan deviden atau laba untuk PAD yang peningkatannya rata-rata 20 persen. Yakni, dari total target anggaran Rp 8.885.473.000 yang disetorkan hingga bulan ini Rp 8.826.744.803. PDAM misalnya, setor Rp 202.945.573, Apotek Sari Husada setor Rp 145.000.000, BOR BKK Demak setor Rp 1.093.043. 649, PD BKK Dempet setor Rp 1.129.762.985, Bank Jateng Demak setor Rp 6.149.743.621 dan Bank Pasar Demak setor Rp 106.248.975.

Sementara itu, aset PDAM hingga kini mencapai Rp 25,6 miliar, Apotek Sari Husada Rp 4,1 miliar, BPR BKK Demak Rp 121,5 miliar, PD BKK Dempet Rp 69,1 miliar dan Perusda Anwusa Rp 22,1 miliar. Total aset Perusda Demak ada Rp 252,3 miliar. “Untuk Bank Jateng laporannya ke Pemprov Jateng,” katanya. (hib/ric)