Rekam Gadis Bugil, Terancam 12 Tahun

630
DIPERIKSA : Tersangka Muhamid pelaku pornografi saat diperiksa di Mapolres Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
 DIPERIKSA : Tersangka Muhamid pelaku pornografi saat diperiksa di Mapolres Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

DIPERIKSA : Tersangka Muhamid pelaku pornografi saat diperiksa di Mapolres Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL—Perbuatan tidak senonoh yang dilakukan Muhamid, 23, membuatnya harus berurusan dengan kepolisian. Lelaki asal Desa Telogo Pucang, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung ini tertangkap basah saat merekam salah satu teman kostnya, gadis berinisial YR, 19 yang sedang bugil di kamar mandi.
Perbuatan itu dilakukannya di rumah kost di daerah Kecamatan Limbangan. Muhamid mengaku saat itu ia tidak sengaja lewat depan pintu kamar mandi dan mendengar suara ada orang mandi. Sepintas kemudian terpikir untuk merekam orang tersebut. “Saya hanya iseng karena penasaran saja. Tidak ada niat untuk merekam atau mengintip. Wong istri saya lebih cantik daripada dia (YR),” katanya di Mapolres Kendal, Jumat (5/12).

Dia mengaku sudah kali kedua mengintip FR mandi. Sebab, kamar mandi rumah korban berdekatan dengan rumah kost tersangka di Limbangan. “Tiap kali dia mandi suaranya terdengar, saat itu saya mengintip. Pertama tidak ketahuan, terus yang kadua kalinya, saya bermaksud merekam dengan ponsel tapi ketahuan,” ungkapnya.

Dia mencoba merekam YR dari atap ventilasi udara yang memang terbuka dengan menggunakan satu tangan yang sudah dinyalakan kamera perekamnya. Selang waktu satu menit, ternyata perbuatan pelaku diketahui korban. “Ya ketahuan, korban merebut ponsel saya dari dalam kamar mandi karena tangan saya ternyata terlihat dari dalam. Korban keluar dan berteriak lalu minta tolong. Setelah itu saya ditangkap dan dilapokan ke kepolisian,” jelasnya.

Muhamid mengaku tidak mengenal korban, tapi diakuinya rasa penasaran lantaran kerap melihat korban memakai pakaian yang ketat dan seksi. “Saya tahu kalau itu salah, tapi tidak berpikir akan berurusan dengan hukum jadinya. Saya sangat menyesal,” ungkapnya.

Kasatreskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Ardiansyah menjelaskan, perbuatan tersangka sudah dilakukan lebih dari satu kali. Namun, dari hasil pemeriksaan, hanya satu bukti saja yang ada di ponsel. “Dari pengakuan korban hanya akan dikonsumsi pribadi, bukan untuk disebarluaskan,” katanya.
Akibat perbuatannya, tegas Fiernando, tersangka diancam mengunakan Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Barang yang diamankan adalah ponsel merk Mito dan satu memory card serta video hasil rekaman bugil YR. “Tersangka kami tahan agar tidak melarikan diri atau merusak barang bukti,” tandasnya. (bud/ric)