Tiga Perampok Nasabah Bank Didor

741
DITEMBAK: Tiga perampok nasabah bank asal Palembang: Amri, Ari, dan Temi yang ditembak kakinya oleh petugas Unit Jatanras Direskrimum Polda Jateng. (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
 DITEMBAK: Tiga perampok nasabah bank asal Palembang: Amri, Ari, dan Temi yang ditembak kakinya oleh petugas Unit Jatanras Direskrimum Polda Jateng. (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

DITEMBAK: Tiga perampok nasabah bank asal Palembang: Amri, Ari, dan Temi yang ditembak kakinya oleh petugas Unit Jatanras Direskrimum Polda Jateng. (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

RANDUSARI – Tiga perampok nasabah bank senilai Rp 1,5 miliar, berhasil dibekuk aparat Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jateng, Jumat (5/12) dinihari. Para tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas, karena mencoba kabur saat akan ditangkap. Mereka adalah Amri, 24; Ari, 21, dan Temi, 25, ketiganya warga Palembang, Sumatera Selatan. Ketiganya kerap beraksi di wilayah Jateng dengan sasaran nasabah bank yang baru saja mengambil uang.

”Mereka kami ditangkap di sebuah rumah di daerah Kudus. Sebelumnya sudah kami incar,” kata Kanit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, AKP Agus Puryadi kepada Radar Semarang, kemarin.

Dijelaskannya, komplotan ini sangat berbahaya. Terakhir, mereka beraksi dua hari lalu, terhadap dua nasabah bank di daerah Demak. ”Mereka memang sengaja datang dari Palembang, Sumatera Selatan untuk merampok di Jawa Tengah,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan, lanjut Agus, ketiganya sudah beraksi sebanyak 10 kali di daerah Pati, Jepara, Rembang, dan Blora. ”Terpaksa, ketiga tersangka dilumpuhkan dengan tembakan mengenai di kaki karena berusaha melakukan perlawanan dan hendak kabur saat akan ditangkap,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, komplotan ini telah berhasil membawa uang miliaran rupiah. ”Begitu berhasil mendapatkan uang hasil rampokan, mereka pulang ke kampung halaman. Setelah uang itu habis, mereka kembali beraksi di wilayah Jateng,” katanya.

Saat beraksi, jelas Agus, komplotan ini saling berbagi tugas. Sebelumnya, mereka datang ke kantor bank untuk memantau nasabah yang baru saja mengambil uang. ”Mereka kemudian mengikuti nasabah tersebut, dan melakukan eksekusi di tempat yang sepi,” jelasnya.

Tersangka Amri mengaku, mengejar korbannya menggunakan motor. Saat telah berada di lokasi sepi, dia bersama kawanannya memepet korban, dan meminta paksa uang tersebut. ”Begitu korban berhenti, langsung kami minta paksa aja,” ujarnya.

Dia juga mengaku tak segan melukai jika korbannya melakukan perlawanan. Kemarin siang, ketiga tersangka yang merintih akibat kakinya ditembak polisi digelandang ke RSUP dr Kariadi untuk mendapatkan perawatan medis.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita barang bukti uang tunai sisa hasil perampokan sebesar Rp 10 juta, serta alat besi kecil yang digunakan untuk mencongkel lubang kunci kendaraan. Setelah selesai dirawat di RSUP dr Kariadi, petang kemarin, ketiganya digelandang ke Mapolda Jateng untuk proses hukum lebih lanjut. (mg5/aro/ce1)