Baru 40 Persen, Anggota BPJS Ketenagakerjaan

377
BAGIKAN SEMBAKO : Salah satu karyawan Lamicitra Nusantara sedang menerima bantuan sembako bersubsidi. (ENY/RADAR SEMARANG)
 BAGIKAN SEMBAKO : Salah satu karyawan Lamicitra Nusantara sedang menerima bantuan sembako bersubsidi. (ENY/RADAR SEMARANG)

BAGIKAN SEMBAKO : Salah satu karyawan Lamicitra Nusantara sedang menerima bantuan sembako bersubsidi. (ENY/RADAR SEMARANG)

SEMARANG-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan baru memiliki anggota sekitar 40 persen dari seluruh jumlah tenaga kerja yang ada di Indonesia. Meski perusahaan yang diawal berdirinya bernama Astek ini sudah berumur 37 tahun.

Kepala Pelayanan Wilayah Jateng dan DI Jogjakarta, Sunaryo mengatakan bahwa jumlah tenaga kerja formal di Indonesia saat ini sebanyak 40 juta orang. Namun yang tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan baru 16,4 juta tenaga kerja. Dan jumlah tenaga kerja formal yang tercatat di BPJS Ketenagakerjaan Jateng-DIJ sebanyak 1,4 juta tenaga kerja.

“Selain terus berupaya meningkatkan pelayanan, kami berkonsentrasi melakukan perekrutan tenaga kerja non formal seperti pedagang kaki lima, tukang becak, loper koran dan lainnya, agar bisa bergabung menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan,” jelas Sunaryo.

Selain itu, per 1 Juli 2015 mendatang, berdasarkan UU nomor 24 tahun 2011, PP nomor 86 tahun 2011, BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan perlindungan kepada PNS dan TNI Polri. “Untuk PNS dan TNI Polri, kami akan memberikan jaminan kematian dan kecelakan kerja,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, bagi karyawan swasta, program terbaru BPJS Ketenagakerjaan yaitu jaminan pensiun. “Rencananya, jaminan pensiun akan diterimakan setiap bulan, seperti yang selama ini sudah diterima PNS dan TNI Polri,” terangnya.
Peningkatan pelayanan BPJS Ketenagakerjaan juga dilakukan untuk bidang Corporate Sosial Responsibility (CSR). “Untuk dana CSR, kami menganggarkan sekitar 2 persen dari keuntungan BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.

Sedangkan salah satu program CSR BPJS Ketenagakerjaan yang terus dilaksanakan sebagai bentuk perwujudan peduli lingkungan adalah pemberian subsidi untuk pembelian sembako. Paket sembako yang dimaksud berisi beras 5 kg, minyak goreng refil 1 liter, gula pasir 2 kg, dengan harga normal Rp 110.000. Namun kali ini dapat dibeli hanya dengan harga Rp 55.000. “Pogram ini kami laksanakan setiap tahun. Kali ini bertepatan dengan kenaikan BBM. Kami berharap dapat mengurangi beban masyarakat,” katanya.

Pembagian sembako ini, dilakukan serentak di seluruh Kanwil BPJS Ketenagakerjaan se-Indonesia, yang bertepatan dengan ulang tahun BPJS Ketenagakerjaan yang ke-37 beberapa waktu lalu. Untuk jajaran Kanwil Jateng-DIJ dilaksanakan dengan titik lokasi Kota Semarang di kawasan industri Lamicitra Nusantara (Tanjung Emas Processing Zone), Tanjung Emas, Semarang Utara dan Kota Salatiga di kawasan industri PT Damatex Salatiga.

“Untuk pelaksanaan di Kota Semarang kami membagikan 3.000 paket untuk 16 perusahaan di kawasan industri Lamacitra Nusantara dan 2 kelurahan yaitu kelurahan Tanjung Emas dan Kelurahan Bandarharjo,” jelasnya. (eny/ida)