Start Buruk Tim Basket Jateng

260

SURABAYA – Start buruk harus dialami tim basket putra dan putri Jateng di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja I yang digelar di Surabaya. Di laga perdana yang digelar di GOR Basket Pacific Caesar Surabaya, kemarin, tim putra Jateng harus takluk 32-77 atas DKI
Jakarta.

Full court press yang diterapkan anak-anak DKI sejak kuarter pertama berjalan cukup efektif. Bahkan Jateng dibuat gagal mengembangkan permainan sehingga harus menyerah 10-26 di kuarter tersebut.

Begitu juga pada kuarter kedua, DKI yang belum merubah cara bermain mereka semakin tampil percaya diri. Sebaliknya Jateng justru semakin tertekan yang membuat mereka sering melakukan kesalahan sendiri. Di kuarter itu DKI menjauh dengan keunggulan 19-45.

Setelah jeda panjang, Jateng sedikit merubah cara main mereka. Yoshua Otto dkk lebih berani menekan di zone defense DKI. Hanya saja buruknya field goals Jateng membuat mereka masih tertinggal 25-71 di kuarter itu.

Memasuki kuarter penentuan dominasi masih belum berubah. DKI masih mampu tampil perkasa dengan drive-drive yang kerap mereka lakukan hingga akhirnya membuat Jateng menyerah 32-77 di akhir laga.

Asisten pelatih Jateng, Amatus ‘Kancil’ Agung mengakui anak-anak asuhnya tampil dibawah top perform terbaik mereka. selain itu strategi man to man marking yang diteraokan DKI Jakarta semakin membuat timnya gagal berkembang.“Sejak kuarter pertama anak-anak memang sangat nerveus, kami gagal menguasai permainan sendiri sehingga sering melakukan kesalahan yang
tidak perlu. Ya mudah-mudahan di pertandingan selanjutnya penampilan bisa semakin membaik,” terang Kancil.

Di ajang PON Remaja I kali ini tim putra Jateng memang berada di Pool neraka. Selain bertemu DKI Jakarta, di Pool A Jateng harus menghadapi perlawanan tim Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan tuan rumah Jatim. “Secara matematis tim putra memang lebih berat karena di Pool A kami bertemu dengan tim-tim kuat seperti DKI dan Jawa Timur. Tapi kami tetap akan berusaha semaksimal mungkin untuk meraih hasil terbaik,” sambung asisten Manajer Jateng, Sukahat.

Sementara di tim putri, petang kemarin Sofiana Widiastuti dkk juga harus takluk atas DI Jogjakarta dengan skor tipis 50-59. Laga tim putri Jateng versus DIJ kemarin sempat tertunda selama hampir dua jam.

Persoalannya, GOR Pacific Caesar yang seharusnya menjadi venue pertandingan mengalami kebocoran atap ketika hujan lebat mengguyur Kota Surabaya. Akhirnya venue pertandingan dipindah di GOR Basket CLS Knight.“Harus diakui penundaan dan pemindahan GOR membuat mental anak-anak terkuras. Tapi ya mereka sudah berbuat yang terbaik, untuk selanjutnya kami berharap bisa lebih maksimal,” terang asisten pelatih tim putrid Jateng, Ariev Djazuli Rahmat. (bas/zal)