Tebing Longsor Timpa Rumah

302
LONGSOR : Warga bergotong royong membersihkan material longsoran serta puing-puing rumah akibat tertimpa bencana tanah longsor, Minggu (7/12) pagi. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
 LONGSOR : Warga bergotong royong membersihkan material longsoran serta puing-puing rumah akibat tertimpa bencana tanah longsor, Minggu (7/12) pagi. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

LONGSOR : Warga bergotong royong membersihkan material longsoran serta puing-puing rumah akibat tertimpa bencana tanah longsor, Minggu (7/12) pagi. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL— Sebuah tebing setinggi enam meter longsor menimpa sebuah rumah di Dukuh Tamansari, Desa Tamanrejo, Kecamatan Sukorejo. Akibat kejadian tersebut, satu orang mengalami luka berat akibat tertimpa material longsoran. Sementara rumah yang tertimpa tebing longsor terpaksa dirobohkan karena rusak parah.

Selain itu, belasan rumah warga lainnya yang berada di sekitar lokasi kejadian tampak mulai retak dan terancam ambruk jika terjadi longsor lagi. Diduga longsornya tebing akibat kondisi tanah yang memang labil dan tergerus air hujan yang mengguyur Kendal beberapa pekan terakhir ini.

Diketahui, rumah yang roboh adalah milik Muhyidin, 60, warga RT 4 RW 01 Dukuh Tamansari Desa Tamanrejo Kecamatan Sukorejo. “Saya kaget, sebab kondisi saat hujan deras dari siang sampai sore. Tidak tahunya tebing di samping rumah longsor dan menghantam rumah kami,” kata Muhyidin.

Ia menceritakan kejadian itu terjadi pada Sabtu (6/12) malam, sekitar pukul 21.00. Saat itu ia bersama keluarganya tengah menonton televisi. Kondisi hujan juga sudah mulai reda. “Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari atas, dengan cepat sampai ker rumah kami. Saya sekeluarga tertimpa dinding rumah,” tuturnya.

Ahmad Anas, 40, tetangga korban mengatakan mengetahui kejadian tersebut dirinya langsung menghubungi Lurah setempat. Malam itu juga akhirnya beberapa warga melakukan evakuasi terhadap korban. Korban dilarikan ke Puskesmas 2 Sukorejo guna mendapatkan pertolongan.

Muhyidin selaku kepala keluarga mengalami luka sobek di bagian kaki kanan, sedangkan istrinya, Khatijah, 50 dan kedua anaknya hanya mengalami luka ringan yakni lecet di tangan dan kaki. “Untungnya tidak ada yang parah, hanya luka ringan saja,” katanya.

Kades Tamanrejo, Zaenal Arifin membenarkan saat itu hujan dalam sehari sangat deras hingga menyebabkan tanah tebing di samping rumah milik Muhyidin mengalami retak. “Kondisi tanah tebing itu memang sangat labil, sehingga mudah longsor. Terlebih, hujan yang mengguyur selama satu hari kemarin membuat tanah tebing ini retak dan akhirnya longsor,” jelasnya.

Melihat kondisi rumah korban sudah tidak bisa ditempati lagi, sementara waktu Muhyidin sekeluarga tinggal di rumah tetangga sebelah sembari menunggu bantuan dari pihak lain. “Warga sektiar dibantu Koramil 07 Sukorejo langsung bergotong royong membantu membersihkan material longsoran dan puing-puing, serta mengamankan beberapa barang yang sekiranya masih bisa diselamatkan,” tandasnya. Ia berharap, pemerintah bisa membantu korban. Sebab keluarga tersebut kini tidak memiliki tempat tinggal. (bud/ric)