Anggota Dewan Dijebloskan Penjara

387
DITAHAN: Romdloni (paling kanan) dan Bambang Hermawan (3 dari kanan) saat keluar dari kantor Kejati Jateng, dan digelandang ke LP Kedungpane. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
DITAHAN: Romdloni (paling kanan) dan Bambang Hermawan (3 dari kanan)  saat keluar dari kantor Kejati Jateng, dan digelandang ke LP Kedungpane. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
DITAHAN: Romdloni (paling kanan) dan Bambang Hermawan (3 dari kanan) saat keluar dari kantor Kejati Jateng, dan digelandang ke LP Kedungpane. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

PLEBURAN – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng, Senin (8/12) kemarin, melakukan penahanan terhadap dua tersangka baru kasus penyimpangan dana subsidi Perumahan Griya Lawu Asri (GLA) Kabupaten Karanganyar. Keduanya adalah anggota DPRD Karanganyar periode 2014-2019 Romdloni dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan mantan anggota DPRD Karanganyar periode 2009-2014 Bambang Hermawan dari Partai Pelopor.

Kepala Kejati Jateng, Hartadi, mengatakan, kedua politikus tersebut ditahan setelah menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 6 jam di kantor Kejati Jateng. Mereka ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan bantuan subsidi dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) RI kepada KSU Sejahtera Karanganyar. ”Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus mantan Bupati Karanganyar Rina Iriani Sri Ratnaningsih,” jelasnya saat jumpa pers dengan wartawan.

Dijelaskan Hartadi, sebagai penyelenggara negara kedua tersangka diduga menerima aliran dari kasus tersebut. Bambang Hermawan diketahui menerima aliran dana sekitar Rp 2,2 miliar. Sedangkan Romdloni menerima sekitar Rp 150 juta.
”Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan pasal 1 tentang suap dan pemerasan. Selain itu juga dijerat dengan pasal 5, 11, 12 (a) dan (b) Undang-undang Nomor 32 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambahkan dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” bebernya.

Disinggung terkait kemungkinan adanya tersangka lain, Hartadi mengaku belum mengetahuinya. Menurutnya, penetapan tersangka baru dapat diketahui dari proses pengembangan penyelidikan. ”Nanti kita lihat dulu dari persidangan di pengadilan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kejati Jateng juga melakukan penahanan terhadap dua tersangka lain dalam kasus dugaan penyelewengan dana bantuan United Nations Human Settlements Programme (UN Habitat). Mereka adalah Kepala Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Griya Layak Huni (GLH) Solo, FX Sarwono dan Dian Arifianto. ”Selaku mitra kerja, seharusnya bantuan diperuntukkan untuk perumahan tetapi dibelikan tiga sertifikat tanah atas nama Dian Arifianto. Mereka dijerat dengan pasal 2 dan 3 UU Tipikor,” ungkap Hartadi menambahkan.

Hartadi menegaskan, penahanan keempat tersangka tersebut bertujuan untuk memudahkan proses penyidikan lanjutan. Saat ini, mereka langsung dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kedungpane Semarang. ”Dalam waktu dekat akan segera kami limpahkan ke pengadilan untuk disidangkan,” pungkasnya. (fai/aro/ce1)