Arista Minta Audit Investigasi

377

KRAPYAK – Wahyu Rudi Indarto, kuasa hukum Yohanes Onang Supitoyo dan Arista Kurniasari, pasangan suami yang menjadi terdakwa dugaan penipuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) atas kasus investasi bodong batik SD-SMA menyatakan perlu adanya audit investigasi dari pihak yang berwenang untuk mengetahui dasar kerugian yang nyata akibat perbuatan kliennya.

Menurutnya, audit investigasi ini mutlak dilakukan mengingat kerugian menjadi salah satu unsur penting sebagaimana dakwaan pasal 378 KUHP yang dikenakan terhadap kedua kliennya.

”Audit investigasi diperlukan guna menentukan atau memastikan arus keluar dan arus masuk. Peristiwa arus kas masuk ini untuk mengetahui sumber dan jumlahnya, sedangkan arus kas keluar untuk mengetahui kepada siapa transaksi ditujukan,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (8/12).

Dijelaskan, dalam surat dakwaan terhadap Arista disebutkan bahwa saksi Chafsoh menyerahkan sejumlah uang terhadap pelaku usaha pengadaan batik, Dwi Handayani Jurito. Menurut Rudi, penyerahan uang tersebut dibuatkan surat perjanjian kerja sama antara terdakwa, Dwi Handayani, dan saksi selaku investor yang mendapatkan legalisasi dari notaris Dwi Hastuti sesuai tanggal tersebut.

”Dari uraian jaksa dijelaskan kedudukan Dwi Handayani bukan sekadar kepanjangan tangan terdakwa, melainkan mitra kerja. Oleh sebab itu, pelaksanaan audit akan bisa diperoleh kebenaran atas ada atau tidaknya uang diterima terdakwa dari para saksi,” bebernya.

Sementara dalam surat dakwaan terhadap Onang, Rudi menilai semua transaksi yang terjadi antara 2009 hingga 2014 perlu diukur kebenarannya mengingat transaksi terus menerus dilakukan terdakwa dalam kurun waktu tersebut. Dalam hal ini, perbuatan terdakwa ini ditaksir jaksa merugikan investor Tim Semarang Rp 24,46 miliar, tim Subang Rp 57,8 miliar, tim Balikpapan dan DI Jogjakarta Rp 18,02 miliar. ”Total uang nasabah yang ditilap oleh terdakwa menurut jaksa totalnya Rp 100,28 miliar,” katanya.

Menanggapi permintaan tersebut, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang, Teguh Imanto, menegaskan, dalam perkara ini jaksa telah menghitung kerugian berdasarkan bukti-bukti yang disampaikan para saksi. ”Soal audit investigasi itu kan mau mereka. Perhitungan kami sudah jelas, yakni diperoleh dari bukti-bukti para saksi,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, pasangan suami istri warga Jalan Sri Wibowo Dalam XII/251 RT 8 RW 5, Kembangarum, Semarang Barat itu didakwa melakukan penipuan dan tindak pencucian uang atas kasus investasi bodong batik SD-SMA dan alat tulis kantor (ATK). Atas perbuatannya, ia dijerat dengan pasal kumulatif. Arista dijerat pasal berlapis, yakni pasal 378 jo pasal 65 KUHP tentang penipuan serta pasal 3 Undang-Undang RI nomor 8 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Sementara Yohanes Onang Supitoyo juga dijerat dengan pasal berlapis, yakni pasal 480 ke 1 jo pasal 65 KUHP tentang penadahan serta pasal 3 dan 5 UU RI nomor 8 tentang TPPU. (fai/aro/ce1)