Ilmuwan Islam Wariskan Pendidikan Karakter

484

KALIGAWE – Selama ini sejarah perkembangan sains dan ilmu pengetahuan yang diajarkan di sekolah formal, didominasi para penemu dan ilmuwan barat. Padahal faktanya orang-orang Islam yang kali pertama menemukan dan mengembangkan beragam pengetahuan tersebut.

Ketua MUI, Din Syamsuddin di Halaqah Ulama Nasional Building Scientific Traditions With Hijrah mengatakan bahwa ratusan tahun silam, sebelum ilmuwan Barat mengenal ilmu pengetahuan dan sains, ilmuwan muslim telah maju dan berkembang dengan serangkaian penemuan. Dan itu yang menjadi cikal bakal dari sains modern sekarang. Islam juga meninggalkan warisan peradaban dan pendidikan karakter dari para ulama penerus Nabi Muhamad SAW.

”Sayang warisan itu terkubur gemerlapnya peradaban Barat. Karena itu, menjadi kewajiban umat Islam dewasa ini menggali kembali warisan pendidikan, akhlak, dan martabat mulia itu,” tutur Din di Kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Senin (8/12) kemarin.

Guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu tanpa ketinggalan menyinggung nama-nama besar ulama Islam pemikir di era kejayaan Islam. Sederet nama itu mulai Abu Bakar Ar-Razi (Filosof), Ibnu Khaldun (Sejarawan), Jabir Hayyan (Pakar Kimia), dan Ibnu Sina (Dokter). Selebihnya juga Al Kindi (Pakar Fisika), Al-Khawarizmi (Pakar Aljabar), hingga Al Bairuni (Pakar Astronomi). Menurut Din, cendekiawan muslim menggali kepakaran mendasari Alquran dan kepemimpinan Rasulullah SAW.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Hasan Thoha Putra, Wakil Ketua YBWSA Tjuk Subhan Sulchan, Ketua Bidang Fatwa MUI KH Maruf Amin, dan Ketua MUI Jateng KH Ahmad Daroji. Selain itu juga mantan Gubernur Jateng Ali Mufidz, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ishlah KH Amin Budi Harjono, para kiai, santri, hingga mahasiswa. (ewb/ida/ce1)