Ratusan Hektare Lahan di Kendal Kritis

407

KENDAL— Ratusan hektare lahan di Kendal masuk dalam kategori lahan kritis alias lahan tidak subur. Lahan kritis di Kendal lebih disebabkan karena penebangan pohon tanaman jenis kayu. Perlu dilakukan penanaman pohon kembali untuk mengatasi banyaknya lahan kritis tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan (DP3K) Kendal, Sri Purwati mengatakan dari total ratusan lahan kritis, 1,8 hektare diantaranya tergolong lahan sangat kritis. Sebab, lahan tersebut kondisinya miring dan kerap longsor sehingga tidak bisa ditanami pepohonan. “Kalau lahan seperti itu disarankan untuk ditanami tanaman buah. Jadi petani atau pemilik lahan hanya bisa memetik hasilnya tanpa menebang pohonnya,” ujarnya di sela kegiatan menanam satu miliar pohon untuk memperingati Hari Menanan Pohon Indonesia (HMPI), Bulan Menanam Nasional (BMN) serta Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional di Desa Tunggulsari, Kecamatan Brangsong, Senin (8/12).

Dia menambahkan, kondisi lahan kritis tidak bisa digunakan dalam mengurangi gas emisi karbon atau polusi dari kendaraan bermotor. Lahan kritis ini tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Kendal diantaranya Kecamatan Gemuh, Plantungan, Sukorejo, Limbangan, dan Boja. “Untuk itu perlu penggemburan tanah dan penanaman pohon kembali,” lanjutnya.

Dalam kegiatan tanam satu miliar pohon, dia mengatakan, ada sebanyak 1,2 juta pohon dari berbagai jenis rencananya akan ditanam di seluruh wilayah Kabupaten Kendal. Selain penanaman pohon juga dilakukan pelepasan satwa jenis burung kutilang.

Dari sekian banyaknya jenis tanaman, lanjut Purwati, 80 persennya tanaman sengon dan 20 persen jenis MPTS (Multi Purpose Tree Species) seperti Nangka, Glodok Pecut, Petai, Alpukat, Durian, Mangga serta Rambutan. “Kegiatan ini sebagai upaya untuk menjaga pelestarian hutan serta mendukung kedaulatan pangan, air dan energi terbarukan. Selain itu, diharapkan dapat mendorong terwujudnya budaya menanam di masyarakat,” paparnya.

Bupati Kendal Widya Kandi Susanti mengatakan sesuai program pemerintah bahwa di tahun 2019 nanti guna menekan angka gas emisi karbon, dilakukan penanaman pohon sebagai upaya dini mencegah global warming. “Kegiatan menanam pohon juga menjadi kampanye terhadap masyarakat agar sadar menanam pohon. Sehingga gerakan tanam satu miliar pohon ini menjadi kegiatan yang nyata, bukan dijadikan sebagai kegiatan seremoni saja,” tandasnya.

Widya menambahkan, penanaman ini sebagai upaya dalam menutupi kondisi lahan kritis yang ada di wilayah Kendal. Dengan melaksanakan reboisasi dan konservasi lahan secara terencana, terpadu dan berkelanjutan maka sejumlah lahan kritis yang ada di Kendal diharapkan bisa diatasi. (bud/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.