Warga Ancam Akan Blokade Jalan

337
RUSAK PARAH- Warga melintas di Jalan Telomoyo Ungaran yang mengakses ke pasar Bandarjo Ungaran dan jalur utama Ungaran Bawen. Jalan tersebut sudah tiga tahun dibiarkan rusak. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
 RUSAK PARAH- Warga melintas di Jalan Telomoyo Ungaran yang mengakses ke pasar Bandarjo Ungaran dan jalur utama Ungaran Bawen. Jalan tersebut sudah tiga tahun dibiarkan rusak. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

RUSAK PARAH- Warga melintas di Jalan Telomoyo Ungaran yang mengakses ke pasar Bandarjo Ungaran dan jalur utama Ungaran Bawen. Jalan tersebut sudah tiga tahun dibiarkan rusak. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN- Pemerintah Kabupaten Semarang dinilai lamban dan melakukan pembiaran adanya kerusakan infrastruktur jalan. Terbukti sudah tiga tahun Jalan Telomoyo yang mengakses ke pasar Bandarjo Ungaran di Kelurahan Bandarjo rusak berat dan tidak ditangani hingga saat ini. Sehingga membuat warga RT 05 dan RT 06 RW I Kelurahan Bandarjo, Ungaran Barat geram. Warga mengancam akan menutup jalan yang berada di belakang Pasar Bandarjo tersebut.

Ketua RT 05 RW I Kelurahan Bandarjo, Muhamad Anwar, 48, mengatakan pihaknya sudah menyampaikan keluhan kerusakan jalan. Tetapi hingga saat ini tidak ada tindaklanjut dari Pemerintah Kabupaten Semarang. Padahal menurut Anwar kerusakan tersebut sudah berlangsung 3 tahun sehingga cukup merepotkan warga. Kondisi itu membuat warga prihatin sehingga melakukan iuran untuk memperbaiki sendiri jalan tersebut. Selain jalan tersebut menurut Anwar bagian drainase di depan SD Negeri Bandarjo 01 juga mulai ambles karena tidak kuat menahan beban kendaraan.

“Kondisi jalan tersebut rusak parah, padahal menjadi akses ke pasar Bandarjo. Bahkan bisa untuk simpangan kendaraan roda empat, tapi kondisinya semakin rusak karena tidak ada perbaikan. Kami sudah melaporkan ke Lembaga Ketahanan Masyarakat Kelurahan (LKMK) yang katanya diteruskan ke pemerintah. Tetapi belum ada respon apapun,” tutur Muhammad Anwar, Senin (8/12) kemarin.

Anwar mengatakan, pihaknya bersama warga akan melakukan blokadi jalan dengan menanami pisang di sepanjang jalan yang rusak. Sebab selama ini tidak ada langkah cepat dari Pemerintah Kabupaten Semarang untuk perbaikan. “Kami minta pemerintah segera melakukan perbaikan,” pinta Anwar.

Ketua RW I Kelurahan Bandarjo, Surono menambahkan, kerusakan jalan di belakang pasar Bandarjo semakin terasa jika musim hujan. Sebab lubang-lubang jalan yang cukup besar digenangi air. Sehingga membahayakan pengguna jalan. “Masalah ini selalu kami sampaikan saat rapat, tetapi tidak ada tindaklanjutnya. Padahal akan ada penilaian adipura, bagaimana kalau masih seperti ini,” tandasnya.

Terpisah Kepala DPU Kabupaten Semarang, Totit Oktorianto berjanji akan segera mengajukan dana untuk perbaikan jalan tersebut, sebab untuk penataan kota ada anggarannya. “Kita akan mencoba mengusulkannya. Semoga ada respon sehingga anggarannya dapat segera turun,” tutur Totit. (tyo/zal)