Beraksi di 14 TKP, Terperangkap di Gang Buntu

427
DIKELER: Kedua tersangka penjambretan, Denny Ananta PP dan Slamet Riyadi harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di Mapolrestabes Semarang, Selasa (9/12). (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
DIKELER: Kedua tersangka penjambretan, Denny Ananta PP dan Slamet Riyadi harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di Mapolrestabes Semarang, Selasa (9/12). (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
DIKELER: Kedua tersangka penjambretan, Denny Ananta PP dan Slamet Riyadi harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di Mapolrestabes Semarang, Selasa (9/12). (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Dua jambret yang telah beraksi di 14 tempat kejadian perkara (TKP), akhirnya terperangkap di gang buntu saat berusaha kabur. Keduanya juga sempat bersembunyi di sebuah sawah kawasan Alas Tuwo, Genuk, Semarang, sebelum akhirnya dimassa.

Tersangka adalah Denny Ananta Purbo Putro, 24, warga Ngablaksari RT 3 RW 8, Sayung, Demak, dan Slamet Riyadi, 28, warga Kampung Darat Tempel RT 5 RW 1 Dadapsari, Semarang Utara. Keduanya kini digelandang berikut barang buktinya ke kantor polisi.

”Kami hendak kabur, ternyata masuk gang buntu. Kemudian kami bersembunyi di sebuah sawah hingga subuh,” kata tersangka Denny saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Selasa (9/12).

Kendati begitu, keduanya akhirnya ditangkap. Kekesalan warga yang sudah tak terbendung, akhirnya menghajarnya ramai-ramai. ”Kami enggak tahu kalau ternyata gang buntu. Motor yang saya kendarai juga mogok,” kata Denny.

Sebelumnya, kedua jambret ini mengendarai motor Yamaha RX King Nopol H 3639 AF, beraksi di Jalan Muktiharjo Raya, Genuk Semarang pada Minggu (7/12) sekitar pukul 19.00. Mereka menyatroni seorang wanita bernama Rohmi Susanti, 29, warga Sendang Indah, Muktiharjo, Genuk, Semarang.

Dua pelaku langsung memepetnya dan merampas atau menyerobot kalung emas senilai Rp 5 juta, yang dikenakan korban. Setelah beraksi, kedua tersangka kabur ke kawasan Alas Tuwo, Genuk Semarang, yang kemudian ditangkap pada Senin dini hari (8/12) menjelang subuh. ”Korban berteriak meminta tolong. Teriakan itu direspons warga sekitar sebelum akhirnya mengejar kami,” katanya.

Diakui tersangka, motor RX King yang terkenal raja jalanan itu sebelumnya tidak pernah mogok. Namun ia tidak tahu kalau kali ini bernasib sial. ”Itu motor teman, yang digadaikan Rp 1 juta kepada saya. Sebelumnya tidak pernah mogok,” ujarnya.

Denny mengaku telah beraksi sebanyak 14 kali di tempat berbeda di wilayah Semarang Utara dan wilayah Genuk. ”Kalau sama Slamet Riyadi baru kali ini,” ungkapnya.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono mengatakan, kedua pelaku telah menjadi target operasi. ”Mereka selama ini meresahkan masyarakat. Sudah 14 kali beraksi. Sempat lari masuk gang buntu, lalu ngumpet di sawah,” katanya.
Sasarannya adalan pengendara wanita yang melintas mengendarai motor seorang diri. Pelaku menjambret tas dan perhiasan emas yang dikenakan korban. ”Merampas emas, sampai terputus,” imbuhnya.

Tim kepolisian berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit motor Yamaha RX-King bernopol H 3639 AF yang digunakan pelaku, serta potongan kalung emas sepanjang 6 cm milik korban. ”Kedua tersangka dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 9 tahun penjara,” pungkasnya. (mg5/ida/ce1)