Hendi Terima Gratifikasi Terbanyak

379
ANTIKORUPSI : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat menerima penghargaan gratifikasi award oleh Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Projak, di Graha Sabha Pramana, UGM, kemarin. (Humas for Rase)
 ANTIKORUPSI : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat menerima penghargaan gratifikasi award oleh Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Projak, di Graha Sabha Pramana, UGM, kemarin. (Humas for Rase)

ANTIKORUPSI : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat menerima penghargaan gratifikasi award oleh Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Projak, di Graha Sabha Pramana, UGM, kemarin. (Humas for Rase)

BALAI KOTA-Menjelang penghujung tahun 2014, kinerja Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi kembali diapresiasi. Kali ini penghargaan bertitel gratifikasi award langsung diterimanya dari Wakil Ketua KPK RI, Adnan Pandu Projak di Graha Sabha Pramana, UGM, pada event festival antikorupsi 2014, Jogjakarta (9/12).

Penghargaan tersebut merupakan kali kedua yang diterima Wali Kota Semarang atas konsistensinya dalam melaporkan gratifikasi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Melalui penghargaan itu, Wali Kota Semarang dianggap sebagai kepala daerah yang melaporkan gratifikasi terbanyak selama tahun 2014. Keaktifannya dalam mendukung antikorupsi tersebut dibuktikan dengan melaporkan sejumlah pemberian kepadanya serta melaporkan hasil kekayaannya yang diperoleh selama menjabat sebagai wali kota.

Usai menerima trophy dan piagam tersebut, Hendrar Prihadi menyebutkan bahwa apa yang diterimanya semata-mata untuk mewujudkan birokrasi yang bersih dan transparan serta bekerjasama dengan Inspektorat dalam hal pelaporan. “Kami berkomitmen untuk berpartisipasi dalam pemberantasan korupsi. Di antaranya dengan melaporkan apa yang sekiranya tidak wajar kepada KPK melalui Inspektorat,” ujarnya.

Ia juga kerap menegaskan kepada jajarannya untuk melakukan hal yang sama. “Kepala SKPD sudah sering saya ingatkan untuk melaporkan, apabila ada pemberian dari siapapun. Sudah gak ada zamannya lagi suap-suapan,” tegasnya.

Wakil Ketua KPK, Adnan Pandu Projak dalam sambutanya mengatakan bahwa penghargaan ini bukan formalitas, melainkan agar menjadi contoh bagi lembaga kementrian, badan, dan kepala daerah dalam membangun suatu pemerintahan yang jujur dan transparan. “Melalui event ini, kami berharap dapat membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat untuk berperilaku antikorupsi serta mendorong masyarakat untuk mampu melawan korupsi,” terangnya.

Selain itu, membangun aksi kolaborasi kampanye antikorupsi bersama pemangku kepentingan yang lain, membentuk forum bersama dengan seluruh pemangku kepentingan untuk bertukar informasi dan memperluas jejaring antikorupsi. (zal/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.