Low Lie Bio Peringati Te Bo

597
KHUSYUK: Umat tempat ibadah Tri Dharma merayakan hari kelahiran Ibu Bumi atau Te Bo di altar utama Kelenteng Low Lie Bio. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
 KHUSYUK: Umat tempat ibadah Tri Dharma  merayakan hari kelahiran Ibu Bumi atau Te Bo di altar utama Kelenteng Low Lie Bio. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

KHUSYUK: Umat tempat ibadah Tri Dharma merayakan hari kelahiran Ibu Bumi atau Te Bo di altar utama Kelenteng Low Lie Bio. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

MANYARAN – Umat Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kelenteng Low Lie Bio atau Kelenteng Kebun Jeruk di Jalan Rorojonggrang Timur Semarang, Senin (8/12) malam, merayakan hari kelahiran Ibu Bumi atau Te Bo. Upacara peringatan dilakukan secara khusyuk dan khidmat, diawali dengan pembacaan parita-parita suci dan pradaksina (berkeliling altar)
“Te Bo dalam konsep ajaran Tao adalah Dewi Yang Maha Mulia Penguasa Bumi, sementara dalam konsep umat Hindu, Te Bo disebut Dewi Kebijaksanaan, kesuburan, kemakmuran, kekayaan, keadilan, keberuntungan, dan kecantikan,” jelas Indra Satya Hadinata, Ketua Yayasan Kelenteng Low Lie Bio di sela-sela acara.

Menurut Indra, di daratan negeri Tiongkok sejak zaman Dinasti Han, pemujaan terhadap Te Bo merupakan upacara penting kerajaan. Sementara di Indonesia, pemujaan sendiri sangat langka, sehingga sebagian umat TTID sering kali salah pengertian di mana menganggap Te Bo sebagai Tu Di Bo pasangan Tu Di Gong (Dewa Bumi).

“Kekuasaan Te Bo sebagai Ibu Bumi ini tak terbatas kekuasaannya, sehingga umat ingin memohonkan bantuannya bisa segala hal, doa-doa untuk kekayaan, kesejahteraan, hingga kecantikan,” tuturnya.

Tak lupa dalam kesempatan tersebut, lanjut Indra, juga dipanjatkan doa khusus bagi bangsa dan negara agar pemimpin negara Indonesia, Yakni, Joko Widodo (Jokowi), mampu memberikan kesejahteraan yang lebih bagi rakyatnya dan menjadikan Negara Indonesia sejajar dengan bangsa–bangsa lain.

Usai upacara kebesaran, acara peringatan dilanjutkan dengan acara ramah tamah dan tepat pukul 00.00 para pengurus yayasan bersama para Locu dan umat kembali bersembahyang di altar utama guna melaksanakan upacara sembahyang kebesaran. (dit/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.