Motif Perampokan Menguat

361
SISIR TKP : Polisi hingga kemarin masih melakukan pemeriksaan di lokasi pembunuhan di tempat kost korban. Hingga kini pelaku pembunuhan belum diketahui. (Hanafi/radar semarang)
 SISIR TKP : Polisi hingga kemarin masih melakukan pemeriksaan di lokasi pembunuhan di tempat kost korban. Hingga kini pelaku pembunuhan belum diketahui. (Hanafi/radar semarang)

SISIR TKP : Polisi hingga kemarin masih melakukan pemeriksaan di lokasi pembunuhan di tempat kost korban. Hingga kini pelaku pembunuhan belum diketahui. (Hanafi/radar semarang)

PEKALONGAN – Jajaran Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Pekalongan Kota hingga Selasa (9/12) sore, masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui pelaku pembunuhan Istanti, 26, guru SDN Kraton, Kota Pekalongan. Istanti ditemukan tewas di bunuh di kamar kost-nya di Jalan Teuku Umar, Pasirsari, Pekalongan Barat, Sabtu (6/12) malam.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Luthfie Sulistiawan menegaskan pihaknya serius menangani kasus ini. “Kita bentuk tim khusus yang ditempatkan di beberapa titik untuk pedalaman TKP, dari sekitar tempat kerja korban dan sekitar keluarga korban,” ucapnya.

Lutfi menambahkan, saksi yang diperiksa sampai saat ini belum mengerucut ke siapa. Juga belum ada indikasi pihak tertentu sebagai pelakunya. Sejauh ini motif yang jelas juga belum ada. Namun memang ada beberapa barang yang hilang antara lain laptop, sepeda motor dan cincin korban.

Sampai saat ini tim masih melakukan penyelidikan untuk menemukan pembunuh guru cantik dari Desa Cindaga RT 01 RW 01 Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas yang sedang hamil 8 bulan itu. Polisi juga masih enggan memberikan keterangan terkait motif yang melatarbelakangi aksi pembunuhan keji tersebut.

Dia mengatakan penyelidikan masih dalam proses. Ada tahap-tahap penyelidikan yang harus dilakukan. “Doakan saja kasus ini segera terselesaikan,” harapnya. Informasi yang dihimpun, sejumlah saksi antara lain teman satu kost dengan korban maupun saksi lainnya, kemarin masih dimintai keterangan di kantor polisi.

Meski polisi belum memastikan apa motif di balik kasus tersebut, namun sejumlah warga sekitar lokasi kejadian menduga bahwa peristiwa tersebut motifnya adalah perampokan, yang berakhir dengan tewasnya Istanti. “Mungkin itu perampokan. Kabarnya kan barang-barangnya korban banyak yang hilang. Seperti sepeda motor, laptop, ponsel, dan perhiasan,” ungkap Ujang, warga yang bertempat tinggal di depan rumah kost yang ditempati Istanti, kemarin. Seperti diketahui, selain menewaskan Istanti, pelaku juga membawa kabur beberapa barang milik korban. Antara lain, satu unit sepeda motor, laptop, ponsel, dan cincin korban.

Dokter Forensik Polda Jateng, AKBP dr Sumi Hastri Purwanti SpFI yang mengotopsi jasad Istanti, menuturkan korban meninggal dalam keadaan hamil 8 bulan. Pada tubuh korban tidak ada tanda-tanda bekas pukulan benda tumpul ataupun benda tajam. “Korban mati lemas. Kita temukan tanda-tanda bekas bekapan di wajah dan di kepala. Juga ditemukan mengenakan pakaian,” ungkapnya.

Pihaknya juga menemukan tanda luka di jari manis tangan kiri korban bekas cincin yang dilepas secara paksa. “Saat meninggal, korban diduga belum sempat makan malam. Lambungnya kosong. Sedangkan janin di dalam kandungannya juga sudah meninggal,” imbuhnya. Kematian Istanti diketahui pertama kali oleh teman satu kosnya, Melinda, 25. Melinda sendiri menghuni kamar kost yang bersebelahan dengan kamar yang disewa korban.

Sementara itu dari pantauan , Selasa (9/12) siang, kondisi tempat kos yang didiami Istanti sudah tampak sepi. Dari lima kamar kos, semuanya tidak berpenghuni. Sedangkan kamar yang sebelumnya dihuni Istanti, yakni kamar nomor dua dari pojok, masih dipasangi garis polisi. Sejumlah anggota Satreskrim Polres Pekalongan Kota Senin siang kemarin juga masih memeriksa beberapa sudut tempat kost tersebut. (han/ric)