Pembangunan Infrastruktur Tidak Merata

443
DORONG BARENG : Warga tengah mendorong mobil yang terjebak macet di jalan antardusun, Desa Tepusen, Kecamatan Kaloran. (ABAZ ZAHROTIEN/RADAR KEDU)
 DORONG BARENG :  Warga tengah mendorong mobil yang terjebak macet di jalan antardusun, Desa Tepusen, Kecamatan Kaloran. (ABAZ ZAHROTIEN/RADAR KEDU)

DORONG BARENG : Warga tengah mendorong mobil yang terjebak macet di jalan antardusun, Desa Tepusen, Kecamatan Kaloran. (ABAZ ZAHROTIEN/RADAR KEDU)

TEMANGGUNG–Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPRD Temanggung menilai pembangunan infrastruktur di pedesaan masih kurang. Masih banyaknya kondisi jalan yang rusak dan pada sebagian kasus bahkan sudah tidak layak guna.

“Kami melihat bahawa pemerataan pembangunan belum optimal. Salah satunya adalah pembangunan jalan di pedesaan yang masih banyak yang rusak,” kata Anggota FPPP DPRD Temanggung, Anang Hudallah, Selasa (9/12).

Ia mengatakan, pembangunan infrastruktur pedesaan seharusnya juga ditangani optimal agar masyarakat desa dapat meningkat kesejahteraannya. Kondisi jalan yang baik, akan menekan biaya transportasi sehingga hasil pertanian warga dapat terangkut dengan biaya murah. Dengan demikian, pendapatan warga desa akan meningkat. “Mohon agar jalan-jalan di desa diperhatikan, tujuannya agar pembangunan merata tidak hanya terpusat di perkotaan dan jalur utama saja,” katanya.

Selain harus diperbaiki, ia juga meminta kepada bupati Temanggung untuk memberikan edaran kepada kepala desa setempat agar merawat jalan secara swadaya. Perawatan dilakukan agar kondisi jalan dan drainase dapat digunakan optimal.

Bupati Temanggung Bambang Sukarno berjanji akan memperhatikan serius kondisi jalan di pedesaan. Tidak hanya jalan, ia juga akan memperhatikan kondisi drainase yang tidak terawat. “Kami akan menindaklanjuti saran tersebut,” terangnya.

Saat ini ia tengah berkonsentrasi dalam beberapa proyek besar yang pada nantinya juga akan mengarahkan pembangunan ke kawasan pedesaan. Menurutnya, pedesaan merupakan salah satu sasaran utama dalam pemerintahannya, khususnya selain infrastruktur adalah hasil pertanian dan pengembangan sumber daya manusia. (zah/ton)