Pembangunan Lapangan Golf Dideadline 2 Tahun

448

UNGARAN- Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPMPPTSP) Kabupaten Semarang memberi batas waktu bagi investor lapangan golf international di Kecamatan Pringapus selama dua tahun untuk menyelesaikan proyek tersebut. Batasan tersebut dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan peruntukan tanah seluas 120 hektar yang dibebaskan.

Menurut Kepala BPMPPTSP Kabupaten Semarang, Valeanto Sukendro, pihaknya telah mengeluarkan izin lokasi untuk memperoleh tanah guna pembangunan lapangan golf international di Kecamatan Pringapus, Pemkab Semarang. BPMPPTSP hanya memberi batas waktu dua tahun bagi investor untuk membangun lapangan golf tersebut. “Kita beri kesempatan dua tahun untuk memperoleh tanahnya, setelah itu akan kita evaluasi lagi. Minimal 50 persen bisa dipenuhi sehingga di tahun kedua bisa segera melakukan kontruksi. Jika belum terpenuhi ada kelonggaran waktu setahun lagi,” ungkap Sukendro, Selasa (9/12) pagi.

Soekendro mengatakan, ketentuan batas waktu yang harus dipenuhi tersebut untuk menghindari permainan spekulan tanah. Sebab kawasan di Desa Wonorejo, Kecamatan Pringapus tersebut masuk dalam kawasan industri. Selain itu pihaknya meminta agar pembangunan lapangan golf tidak merusak lingkungan tetapi justru mengubah tanah tidak produktif menjadi produktif. Termasuk membangun danau buatan penampungan air. “Artinya ideal dan secara tata ruang tidak masalah, karena bisa dibangun untuk agrowisata sebagai penunjang keberadaan lapangan golf,” ujarnya.

Sementara itu perwakilan tim pengadaan tanah untuk Lapangan Golf Pringapus, Winarno, saat dikonfirmasi di Ungaran mengatakan, saat ini proses pembebasan lahan sudah mulai berjalan. Targetnya pengadaan lahan selesai tahun 2015, dilanjutkan dengan pembangunan fisik di tahun 2016. “Harapannya ke depan lapangan golf international ini dapat menggairahkan perekonomian warga. Sebab nantinya akan menyerap tenaga kerja,” tutur Winarno. (tyo/zal)