Taman Gunung Tidar Molor

657
PENANDA TIDAR: Taman Gunung Tidar Kota Magelang masih dalam proses pengerjaan. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
 PENANDA TIDAR: Taman Gunung Tidar Kota Magelang masih dalam proses pengerjaan. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

PENANDA TIDAR: Taman Gunung Tidar Kota Magelang masih dalam proses pengerjaan. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MAGELANG–Pengerjaan Taman Gunung Tidar terancam molor, karena beberapa kendala di lapangan. Proyek seluas 800 meter per segi berbiaya Rp 220 juta itu, terhambat karena aksi pencurian bunga oleh warga.

“Banyak kendala yang membuat molor pengerjaan taman. Salah satunya, pencurian bunga, baik yang sudah ditanam dan yang belum ditanam atau yang sudah kami siapkan di lokasi,” kata Kasi Perlindungan Tanaman dan Konservasi Sumberdaya Hutan dan Lahan Dinas Pertanian Kota Magelang, Christiana, kemarin.

Dia tak tahu pasti berapa jumlah bunga yang dicuri. Namun, kejadian itu sangat disesalkan. Sebab, untuk pembelian pupuk dan 20 jenis bunga, menghabiskan biaya Rp 132 juta.

Bunga-bunga yang dicuri, antara lain, anggrek, pakis, pacing, puring Bali, sepatu film lantana, rembosa, pentas lanceolata, colius dan sebagainya. “Kami sangat berharap semua elemen masyarakat ikut merawat dan mendukung proyek ini agar cepat selesai.”

Selain itu, ungkapnya, kemiringan lereng menyulitkan pihaknya menempatkan tulisan dan aksesori lain. Seperti patung gerabah sedang naik onthel dan becak. Juga gerabah kura-kura yang didatangkan dari Jogjakarta. Kendati demikian, Christiana memastikan akhir Desember nanti, proyek taman akan tuntas.

“Rencana awal pengerjaan hanya 1,5 bulan. Tapi ternyata tanah di sana banyak sampah plastik dan kain perca, sehingga harus dibuang terlebih dahulu dan tanah harus digemburkan dengan pupuk. Itu membuat waktu pengerjaan taman mundur.”

Terjadinya aksi pencurian bunga, juga dibenarkan oleh pekerja taman bernama Solikim. Pria 52 tahun itu mengatakan, tak hanya bunga yang dicuri. Alat-alat pertanian seperti cangkul, wangkil, dan sepatu boots juga turut aib. “Saya juga heran, ini kan untuk keindahan. Kok bisa-bisanya dicuri.”

Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kota Magelang, Sri Retno Murtiningsih, menjelaskan, proyek taman menindaklanjuti master plan Kota Magelang 2014.

“Kalau gunungnya memang kami yang bertanggungjawab. Namun untuk tanah yang dibangun taman tersebut milik Dinas Pengairan. Kami juga sudah mengantongi izin pembuatan taman.”

Retno mengatakan, pembuatan taman di bibir Tidar merupakan program percepatan Magelang Kota Sejuta Bunga untuk mendukung program Ayo ke Magelang pada 2015. Juga sebagai penanda bahwa di situlah Gunung Tidar berada.

“Gunung Tidar sudah sering kita dengar, namun ternyata banyak juga yang tidak tahu letaknya di mana. Sehingga kami buat taman di sana, supaya yang lewat juga bisa menengok dan tahu bahwa di situlah Pakuning Tanah Jawa berada.”

Meski taman dibuat untuk memanjakan mata, namun pengunjung tidak diperbolehkan untuk mendekat. Apalagi berfoto bersama patung gerabah. Takutnya justru akan merusak tanaman. “Boleh-boleh saja kalau mau foto-foto dengan patungnya, tapi diseberang saja ya,” sarannya. (put/isk)