17 Pedagang Miras Diamankan Satpol PP

390
RAZIA : Petugas berhasil mengamankan 489 botol miras dari berbagai jenis berkategori B dan 17 penjual miras di Lokalisasi Gambilangu (GBL) Mangkang, Selasa, (9/12) malam. (M HARIYANTO/RADAR SEMARANG)
 RAZIA : Petugas berhasil mengamankan 489 botol miras dari berbagai jenis berkategori B dan 17 penjual miras di Lokalisasi Gambilangu (GBL) Mangkang, Selasa, (9/12) malam. (M HARIYANTO/RADAR SEMARANG)

RAZIA : Petugas berhasil mengamankan 489 botol miras dari berbagai jenis berkategori B dan 17 penjual miras di Lokalisasi Gambilangu (GBL) Mangkang, Selasa, (9/12) malam. (M HARIYANTO/RADAR SEMARANG)

MANGKANG-Sebanyak 17 penjual minuman keras (miras) terpaksa diamankan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang dalam razia di lokalisasi Gambilangu (JBL) Mangkang, Selasa (9/12) malam. Selain itu, petugas juga berhasil mengamankan 489 botol miras dari berbagai jenis berkategori B.

Razia tersebut melibatkan 150 petugas Satpol PP yang dibantu oleh beberapa anggota TNI dan Polri. Petugas yang datang ke lokasi langsung menggeledah semua rumah yang berada dalam lingkungan lokalisasi tersebut. Begitu tahu ada razia, para pemilik rumah berusaha menyelamatkan diri.

Ada juga penjual miras yang rumahnya ketahuan, mencoba menyuap para petugas. Namun petugas tetap komitmen dalam menegakkan dan menjalan Peraturan daerah (Perda) Nomor 8 tahun 2009 tentang Pengendalian Minuman Beralkohol di Kota Semarang. Lainnya, sengaja menutup pintu dan mematikan lampu rumah, meski akhirnya dibuka paksa oleh petugas.

Kabid Trantibunmas Satpol PP Kota Semarang, Kusnandir mengakui sedikitnya telah mengamankan 489 botol miras berbagai jenis seperti Anggur, Vodka, Ciu, Wiski, Mensen serta minuman oplosan. Hal ini dilakukan sebagai langkah dalam membasmi peredaran miras di Kota Semarang.

“Penggeledahan ini dilakukan pada warung remang-remang serta toko dan tempat karaoke. Selain mengamankan ratusan miras, kami juga menangkap 17 penjual miras di tempat tersebut,” ungkapnya kepada Radar Semarang, Selasa, (9/12) kemarin.

Para penjual miras yang tertangkap, imbuhnya, akan menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Hal ini dilakukan supaya masyarakat dan para penjual miras merasa jera dan tidak mengulangi perbuatan yang dilarang tersebut.
“Mereka yang ditangkap, kami berikan surat tindak pidana ringan (Tipiring). KTP-nya kami sita untuk diserahkan ke pengadilan. Nantinya mereka akan dipanggil untuk menjalani sidang tersebut pada Kamis (11/12) pukul 09.00,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan bahwa razia miras dilakukan dalam rangka mengantisipasi timbulnya korban jiwa akibat mengonsumsi miras oplosan. Selain itu, dampak mengonsumsi miras adalah melakukan tindak kejahatan. “Seperti di Bogor, Jawa Barat, banyak orang meninggal disebabkan meminum miras oplosan,” katanya.

Selain itu, imbuhnya, operasi kali terkait datangnya perayaan Natal dan Tahun Baru 2015. Serta banyaknya aduan dari masyarakat yang resah dengan tingginya kejahatan akibat mengonsumsi miras. “Namun dalam razia kali ini, yang kami peroleh kebanyakan minuman dengan jenis golongan B,” tegasnya. (mg9/ida)