Blower Terbakar, Produksi Berhenti

339
PANJAT DINDING: Petugas pemadam kebakaran harus menaiki bangunan dan memadamkan kebakaran yang terjadi di cyclone pembuangan sisa hasil produksi PT BAM. (ABAZ ZAHROTIEN/RADAR KEDU)
 PANJAT DINDING: Petugas pemadam kebakaran harus menaiki bangunan dan memadamkan kebakaran yang terjadi di cyclone pembuangan sisa hasil produksi PT BAM. (ABAZ ZAHROTIEN/RADAR KEDU)

PANJAT DINDING: Petugas pemadam kebakaran harus menaiki bangunan dan memadamkan kebakaran yang terjadi di cyclone pembuangan sisa hasil produksi PT BAM. (ABAZ ZAHROTIEN/RADAR KEDU)

TEMANGGUNG—PT Barokah Agawe Makmur (BAM) di Desa Nguwet, Kecamatan Kranggan terpaksa harus berhenti produksi setelah cyclone blower untuk membuang sisa hasil produksi tertutup dan menimbulkan percikan api. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Petugas pemadam kebakaran juga sulit untuk memadamkan api lantaran ruang tertutup cyclone tidak dapat diakses dari luar.

Kepala Operasional PT BAM Sugeng Joko bercerita, kebakaran terjadi Rabu (10/12) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, ia bersama jajaran manajemen sedang menggelar rapat harian di kantor lantai 2. “Waktu itu kami sedang rapat, ketika saya melihat ke bagian oven itu ternyata api sudah terlihat lumayan besar,” katanya.

Mengetahui kejadian tersebut, ia bersama jajaran manajemen lainnya langsung menuju ke lokasi yang sudah mulai terbakar. Kemudian bersama karyawan lainnya berusaha memadamkan api dengan peralatan pemadam kebakaran yang sudah tersedia di pabrik.

Namun api semakin membesar dan tidak lagi mampu dikendalikan. Sebab di dalam oven yang terbakar tersebut terdapat kayu yang sudah kering dan sudah siap untuk diambil. “Semua kayu yang ada di dalam oven sudah kering, sehingga sangat mudah terbakar,” katanya.

Menurutnya, kebakaran diduga berasal dari blower yang berada di dalam oven, sebab api langsung membakar oven tersebut. “Kami sudah cek ke bagian mesin dan pelengkapan lainnya tidak ada yang rusak, dugaan kami sementara kebakaran berasal dari blower yang berada tepat di bawah oven tersebut,”terangnya.

Beruntung, katanya, saat kebakaran terjadi kondisi oven masih tertutup rapat, sehingga api tidak menjalar ke bagian lain. Meski demikian untuk sementara aktivitas proses produksi dihentikan. “Sangat beruntung, tidak ada karyawan yang sedang berada di lokasi tersebut, semuanya selamat,”ujarnya.

Terkait kerugian yang dialami akibat kebakaran ini, ia menjelaskan, secara finansial mungkin tidak ada. Tapi kerugian berada pada material yang terbakar dan aktivitas produksi yang berhenti. “Kalau totalnya berapa rupiah, belum bisa kami hitungkan, tapi yang jelas selama satu hari proses produksi berhenti total tapi hanya di bagian oven saja,” tandasnya. (zah/ton)