Cari Skuad Hadapi Kualifikasi PON

340
BERGENGSI: Panitia sedang mendata atlet yang bakal bertanding dalam Kejurda Taekwondo Jateng yang akan berlangsung 11-13 Desember di GOR Sahabat Semarang. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
 BERGENGSI: Panitia sedang mendata atlet yang bakal bertanding dalam Kejurda Taekwondo Jateng yang akan berlangsung 11-13 Desember di GOR Sahabat Semarang. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

BERGENGSI: Panitia sedang mendata atlet yang bakal bertanding dalam Kejurda Taekwondo Jateng yang akan berlangsung 11-13 Desember di GOR Sahabat Semarang. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kejurda Taekwondo Senior Jateng hari ini mulai digelar di GOR Sahabat. Event bergengsi ini akan berlangsung hingga Sabtu (13/12) mendatang. Diprediksi Kejurda akan menyuguhkan pertarungan yang cukup ketat. Para peserta akan bertarung mati-matian demi mendapatkan tempat di skuad Jateng pada babak kualifikasi PON 2016/Jabar yang akan berlangsung 2015 mendatang.

Rencananya, akan dipilih masing-masing delapan atlet putra dan putri senior di nomor kyorugi (tarung) dan lima atlet di Poomsae (kerapian jurus) sebagai tim inti Jateng di Pra PON tersebut. “Jumlah itu belum pasti. Dibutuhkan juga atlet cadangan atau pendamping di masing-masing kelas, karena nanti pasti ada promosi dan degradasi selama pelatda persiapan Pra PON,” ungkap Ketua Panitia Kejurda, Singgih Hendarto, di sela-sela persiapan event kemarin.

Singgih menambahkan, ada beberapa kriteria utama yang harus dipenuhi atlet. Seperti umur, track record atau prestasi, serta potensi ke depan. Menang atau kalah dalam Kejurda bukan satu-satunya syarat. “Asal kriterianya terpenuhi, tidak menutup kemungkinan atlet yang kalah di putaran pertama sekalipun akan dipanggil untuk memperkuat tim Jateng. Apalagi pada perkembangannya dia menunjukkan progress bagus,” imbuhnya.

Selain mencari formasi inti, gelaran yang diikuti 350 atlet dari 33 kabupaten/kota di Jateng ini juga ajang promosi-degradasi atlet PPLP dan Pelatda. Sebagai penyemangat, kejurda yang mempertandingkan 8 kelas di kyorugie dan 5 poomsae ini menyediakan hadiah menggiurkan bagi para pemenang. Yakni Rp 30 juta bagi penyabet juara umum, Rp 20 juta untuk juara umum II, dan Rp 10 juta di juara umum III. “Sementara di kelas Junior, disediakan Rp 7,5 juta untuk juara umum 1, Rp 3,5 juta untuk juara II, serta Rp 1,5 juta untuk juara III. Sedangkan atlet juara masing-masing kelas berhak mendapatkan Rp 1 juta untuk junior dan Rp 3 juta untuk kelas senior,” cetusnya.

Hari ini, rencananya akan dipertangkan kelas junior serta poomsae senior. Kejuaraan dibuka pukul 10.00 di GOR Sahabat Semarang. “Ini memang kejuaraan senior, tapi kami memandang perlu tetap dipertandingkan kelas junior. Karena itu untuk junior kita sisipkan kejuaraan khusus kyorugie di empat kelas putra dan empat kelas putri,” tegas Singgih.

Semarang Incar Juara Umum

SEMENTARA, kontingen Kota Semarang mengincar gelar juara umum. Menerjunkan sebanyak 21 atlet, tim Kota Semarang optimistis menyabet juara umum dalam Kejurda kali ini.

Bukan hal mustahil mengingat karena kontingen Kota Semarang didominasi atlet-atlet jebolan pelatda. “Terutama untuk poomsae, diharapkan mampu menjadi ladang emas bagi Tim Kota Semarang,” kata Pelatih poomse Kota Semarang Sri Widodo.

Soal kekuatan lawan, Sri Widodo mewaspadai potensi taekwondoin asal Solo yang selalu menyaingi Kota Semarang di setiap kompetisi. Bahkan skuad Kota Bengawan ini mengekor di urutan kedua ketika Semarang menyabet juara umum taekwondo di Prorpov 2013 lalu dengan perolehan medali yang tipis. Kontingen lain seperti Banyumas dan Sukoharjo juga diprediksi akan merepotkan timnya.

“Secara umum, semua bisa jadi rival. Pasalnya semua kontingen unggul dalam nomor-nomor tertentu, dan pasti mereka mempersiapkan dengan baik menghadapi kejurda ini,” pungkasnya. (mg16/smu)