Ditertibkan, Pedagang Hewan Jualan di Makam

492
DITERTIBKAN : Petugas Satpol PP Kabupaten Semarang menertibkan pedagang hewan yang sudah bertahun-tahun berjualan di luar pasar Hewan Ambarawa, untuk masuk ke delam pasar. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
 DITERTIBKAN : Petugas Satpol PP Kabupaten Semarang menertibkan pedagang hewan yang sudah bertahun-tahun berjualan di luar pasar Hewan Ambarawa, untuk masuk ke delam pasar. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

DITERTIBKAN : Petugas Satpol PP Kabupaten Semarang menertibkan pedagang hewan yang sudah bertahun-tahun berjualan di luar pasar Hewan Ambarawa, untuk masuk ke delam pasar. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN-Ratusan pedagang hewan yang berjualan di pinggir Jalan Sudirman depan pasar Hewan Ambarawa, ditertibkan Satpol PP Kabupaten Semarang, Rabu (10/12) pagi kemarin. Selain itu, lapak-lapak parkir yang dikelola warga sepanjang jalan tersebut juga ditertibkan.

Penertiban tersebut dilakukan lantaran sudah bertahun-tahun menjadi penyebab kemacetan. Terutama, setiap kali pasar hewan buka yakni tiap pasaran Pon, para pedagang meluber hingga jalan utama Bawen-Ambarawa. Bahkan di kanan kiri tepian jalan dipenuhi parkir kendaraan.

“Dengan adanya penertiban tersebut, arus lalulintas di jalan tersebut menjadi lancer, karena tidak ada aktivitas jual beli di pinggiran jalan,” kata Kepala Satpol PP Moch Risun melalui Kasi Pembinaan Penertiban dan Linmas, Satpol PP, Christian Dwi.

Menurutnya, penataan parkir maupun pedagang pasar hewan sesuai surat bupati nomor 090/0425. Penertiban dilakukan oleh tim dari Satpol PP, Dinas Peternakan dan Perikanan serta Dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo). Penataan dilakukan mulai pagi hingga siang saat hari Pon, yakni ketika pasar hewan dibuka.
“Sifatnya baru sosialisasi dan memberikan peringatan, agar pedagang tidak berjualan dan tidak ada parkir di tepian jalan. Seluruh pedagang dan kendaraan kami minta masuk ke dalam kompleks pasar,” kata Christian saat ditemui di sela-sela penertiban.

Kendati begitu, masih ada sejumlah pedagang yang nekat berjualan tidak di dalam pasar. Melainkan di tanah makam di depan pasar hewan. Demikian juga, sejumlah kendaraan yang ditertibkan ada yang memilih diparkirkan di tanah makam tersebut. “Kami tidak bisa menertibkan pedagang yang berjualan di tanah makam. Karena itu tanah yayasan. Harapannya, setelah ada penertiban seperti ini, pedagang berjualan di dalam pasar. Kalau pasar kayu sudah dibongkar dan dipindah di lokasi baru, pedagang akan tertampung semuanya. Begitu juga lokasi parkir akan dapat menampung lebih banyak,” imbuhnya.

Salah seorang pedagang burung, Sunardi, 40, warga Banyubiru mengatakan bahwa pihaknya tidak menolak jika diminta masuk ke dalam pasar untuk berjualan. Sebab pasar tersebut sudah semestinya untuk berjualan. Hanya saja, di dalam pasar sudah penuh sesak para pedagang, bahkan campur baur antar pedagang hewan, pakaian hingga aksesori handphone. “Kami selama ini berjualan di pinggiran jalan, karena tidak ada tempat. Kami menyadari jika depan pasar itu bersih dari pedagang dan parkiran, jauh lebih baik,” ungkapnya. (tyo/ida)