Pemohon SIM Naik 25 Persen

448
PEMERIKSAAN KENDARAAN : Petugas Satlantas Polres Semarang menggelar operasi Zebra Candi 2014 di depan kantor Satlantas Jalan Diponegoro Ungaran. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
 PEMERIKSAAN KENDARAAN : Petugas Satlantas Polres Semarang menggelar operasi Zebra Candi 2014 di depan kantor Satlantas Jalan Diponegoro Ungaran. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

PEMERIKSAAN KENDARAAN : Petugas Satlantas Polres Semarang menggelar operasi Zebra Candi 2014 di depan kantor Satlantas Jalan Diponegoro Ungaran. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN-Pemohon pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Mapolres Semarang meningkat hingga 25 persen dari biasanya. Menyusul digelarnya operasi rutin dan ketatnya Operasi Zebra Candi 2014. Selain itu, peningkatan pembuatan SIM karena tingkat kesadaran masyarakat tentang aturan sudah mulai membaik.

“Dengan adanya operasi lalulintas, banyak masyarakat yang akhirnya membuat SIM. Ada peningkatan 25 persen. Sebelumnya, sehari hanya 40 permohonan SIM, saat ini meningkat menjadi 50 pemohon SIM lebih,” tutur Kapolres Semarang AKBP Muslimin Ahmad, Rabu (10/12) kemarin.

Kapolres mengatakan, untuk mengantisipasi adanya tindak pelanggaran lalulintas usai digelarnya operasi zebra, Polres Semarang telah melakukan sosialisasi pada masyarakat dan tetap melakukan operasi di luar kegiatan operasi zebra khusus.

“Kami selalu melakukan kegiatan rutin penertiban dan sosialisasi kepada masyarakat agar tertib berlalulintas. Satu sisi, jika masih ada yang melanggar, kami akan melakukan penegakan hukum, misalnya di luar operasi ada pelanggaran tentu akan ditindak,” imbuhnya.

Hasil analisa dan evaluasi yang dilakukan Polres Semarang, kasus pelanggaran lalulintas meningkat karena ketatnya operasi zebra. Kendati ada peningkatan pada pelanggaran, tetapi kasus kecelakaan fatal yang menyebabkan korban jiwa dapat dikurangi.

“Pelanggaran meningkat karena melakukan operasi. Ada 5.200 lebih pelanggaran selama operasi zebra candi 2014. Kebanyakan profesi pelanggar adalah swasta, dan jenis pelanggarannya tidak memiliki surat-surat dan kelengkapan kendaraan serta perlengkapan berkendara,” tutur Kasat Lantas AKP Alil Rinenggo.

Sementara itu, barang bukti yang disita dari sejumlah pelanggar lalulintas ditempatkan di Kantor Satlantas Polres Semarang. “Yang kami sita cukup banyak berupa knalpot dan ban kecil. Untuk pemusnahan barang bukti itu akan kita koordinasikan dengan Pengadilan, sebab itu masih hak milik orang,” imbuh Kapolres. (tyo/ida)