Tewasnya Istanti, Munculkan Solidaritas

593
CANTIK : Mendiang Istanti yang pernah menjadi duta wisata Mbekayu Banyumas ini berpose sangat cantik. (LUTFI HANAFI/RADAR SEMARANG)
 CANTIK : Mendiang Istanti yang pernah menjadi duta wisata Mbekayu Banyumas ini berpose sangat cantik. (LUTFI HANAFI/RADAR SEMARANG)

CANTIK : Mendiang Istanti yang pernah menjadi duta wisata Mbekayu Banyumas ini berpose sangat cantik. (LUTFI HANAFI/RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Tewasnya Istanti, 26, guru Kelas V SDN Kraton Kota Pekalongan, meninggalkan luka mendalam bagi civitas SDN Kraton Pekalongan. Tidak hanya dari kalangan guru yang merasa kehilangan. Tapi para wali murid turut kehilangan salah satu mantan Mbekayu Banyumas ini.

“Bu guru ini masyallah baik banget. Pokoknya saya sebagai orang tua siswa, merasa kehilangan. Karena itu, mohon diluruskan berita-berita miring dan komentar negatif di masyarakat tentang Bu Guru Istanti,” seru Mama, 32, salah satu wali murid yang sedang menjemput putranya di SDN Kraton.

Dia yakin, Guru Istanti orang baik, tidak neko-neko. “Saya sedih, Bu Guru Istanti dibilang selingkuh, diperkosa dan lain-lain. Semoga dia khusnul khotimah,” lanjutnya sambil meneteskan air mata.

Hal senada disampaikan Kepala SDN Kraton, Suwartaya. Menurutnya, meninggalnya Istanti memunculkan rasa solidaritas dan empati luar biasa dari kalangan guru dan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kota Pekalongan. “Hal ini karena sosoknya yang sangat baik. Sebagian rekan sesama guru di SDN Kraton ikut bertakziah ke Banyumas, sebagai wujud belasungkawa mendalam atas kematian Istanti,” terangnya.

Pihaknya sebelumnya sudah berkoordinasi dengan Dindikpora Kota Pekalongan terkait meninggalnya Istanti. Selain untuk minta pengajuan tambahan guru kelas baru, sekaligus minta petunjuk karena ada nilai milik anak-anak kelas IV A yang ikut hilang. “Nilai anak-anak tersimpan di laptopnya Bu Tanti yang hilang dibawa pelaku pembunuhan,” katanya.

Sementara itu, beberapa guru rekan Istanti sebelumnya ada yang diberi firasat meninggalnya, istri Robby Satria, 25, ini. Salah satunya Dwi Ayu, 42, guru olahraga di sekolah tersebut. “Tulung, nek aku sesuk ora ono, tulung aku titip bocah-bocah (Kalau aku besok tidak ada, tolong aku titip anak-anak, red),” itulah kalimat terakhir almarhumah Istanti yang terus diingat dua hari sebelum meninggal dunia.

Dwi Ayu tak menyangka, itu kalimat terakhir bagi rekan-rekan guru di SDN Kraton akan ditinggal oleh Istanti. Menurut Dwi, kalimat tersebut diucapkan Istanti pada Kamis (4/12) siang. “Waktu itu dia (Istanti, red) bilang ke saya, nek aku sesuk ora ono, tulung aku titip bocah-bocah. Nilainya anak-anak tolong diselesaikan. Saya waktu itu bilang ndak mau. Tapi dia mengulangi lagi permintaan tolongnya. Tak kiro guyonan (saya kira candaan, red),” ungkap Dwi kepada Radar Semarang.

Dwi pun menuruti permintaan Istanti. File atau data berisi nilai-nilai seluruh siswa kelas IV A yang selama ini diampu Istanti, disalin ke laptop milik Dwi Ayu. Namun yang disalin hanya dua nilai pengamatan. Sehingga masih kurang dua nilai lagi, yakni nilai ketrampilan dan nilai pengetahuan. “Sekarang penilaian untuk anak ada empat. Dua nilai pengamatan, lalu ada nilai ketrampilan dan pengetahuan. Nilai pengamatan sudah saya copy ke laptop saya. Tapi yang dua nilai lainnya belum. Masih ada di laptop bu Tanti (Istanti, red),” tuturnya.

Seperti yang telah diberitakan, Istanti, warga Desa Cindaga, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, ditemukan tewas di kamar kosnya di Jalan Teuku Umar, Kelurahan Pasirsari, Pekalongan Barat, pada Sabtu (6/12) malam. Diduga, Istanti yang sedang hamil 8 bulan, meninggal karena dibunuh orang dengan cara dibekap hingga mati lemas. Selain membunuh korbannya, pelaku juga membawa kabur satu unit sepeda motor Honda Supra X 125, laptop, dan perhiasan milik Istanti. Polisi saat ini masih terus berusaha mengungkap motif di balik pembunuhan itu dan menangkap pelakunya.

Sementara itu, Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Lutfie Sulitiawan melalui Kastreskrim Kota Pekalongan, AKP Bambang mengungkapkan dalam waktu dekat pihaknya akan segera menggelar perkara pembunuhan tersebut. ”Saat ini sudah ada titik temu, tapi jelasnya akan kami beberkan beberapa hari lagi,” pungkasnya. (han/ida)