Waspadai Penyakit Tak Menular Mematikan

297

SEMARANG – Perlu diwaspadai sejak dini. Akibat pola hidup yang tidak sehat, masyarakat berpotensi terkena penyakit tidak menular, tapi sangat membahayakan dan mematikan. Di antaranya, penyakit jantung koroner, stroke dan kolesterol. Bahkan, tren penyakit ini mulai menyerang usia produktif mulai umur 25 tahun ke atas.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng, sepanjang tahun 2014 ini kasus penyakit tidak menular yang terdeteksi sudah mencapai 535.633 kasus. Meski begitu, jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 830.522 kasus.

Kasus tertinggi yakni penyakit hipertensi sebanyak 224.800 kasus; stroke haemoragic 4.645 kasus; stroke non haemoragic 6.651 kasus; DM target insulin sebanyak 5145 kasus, sampai penyakit angina pectoris sebanyak 6.072 kasus.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Kabid P2PL) Dinkes Provinsi Jateng, dr Wahyu Setianingsih mengatakan bahwa penyakit tidak menular sekarang mengancam seluruh elemen masyarakat. Pemicu utamanya, pola makan dan pola hidup yang sudah tidak sehat. Ditambah, banyak anak muda yang enggan berolahraga atau memperbanyak bergerak. ”Masyarakat sekarang lebih gemar makan makanan junk food. Padahal itu makanan tidak sehat dan bisa menimbulkan beragam penyakit membahayakan,” katanya.

Tidak hanya itu, katanya prihatin, sekarang masyarakat cenderung menyukai berbagai hal yang serbainstan. Mulai makanan cepat saji, enggan berolahraga, sampai tidak mau mengonsumsi buah-buahan. ”Ironisnya, orang desa sekalipun sekarang sudah tertular pola hidup tidak sehat. Sekarang anak muda lebih senang mengonsumsi makanan cepat saji,” imbuhnya.

Wahyu Setianingsih menambahkan, saat ini penyakit mematikan tidak hanya penyakit menular seperti HIV/AIDS, diare, flu burung, hepatitis, malaria dan lainnya. Sekarang mulai bergeser ke penyakit tidak menular seperti jantung, hipertensi sampai penyakit stroke. Karena itu, masyarakat diimbau untuk memperbaiki pola hidup sehat dengan mengatur ritme makan dan memperbanyak olahraga. ”Dari pantauan jaminan kesehatan nasional (JKN) yang keluar, banyak yang menggunakannya untuk mengobati penyakit tidak menular,” tambahnya. (fth/ida/ce1)