54 Rumah Rusak, 1 Orang Tewas

366
PUTUS: Sebuah eskavator dikerahkan untuk menyingkirkan tanah yang menutup jalan raya Banjarnegara-Wonosobo di Desa Krandegan Kecamatan Sugaluh Banjarnegara. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)
 PUTUS: Sebuah eskavator dikerahkan untuk menyingkirkan tanah yang menutup jalan raya Banjarnegara-Wonosobo di Desa Krandegan Kecamatan Sugaluh Banjarnegara. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)

PUTUS: Sebuah eskavator dikerahkan untuk menyingkirkan tanah yang menutup jalan raya Banjarnegara-Wonosobo di Desa Krandegan Kecamatan Sugaluh Banjarnegara. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)

BANJARNEGARA – Selain di Wonosobo, bencana longsor juga terjadi di Kabupaten Banjarnegara tepatnya di Desa Krandegan Kecamatan Sugaluh. Tebing dengan tinggi sekitar 100 meter longsor dan menutup badan jalan raya Banjarnegara- Wonosobo. Seorang warga dilaporkan tewas akibat tertimpa longsoran.

Pantauan koran ini, longsor di Desa Krandegan dipicu oleh kondisi tebing di sebelah timur jalan raya yang gundul. Tebing setinggi mencapai 100 meter itu merupakan lahan pertanian warga yang longsor akibat hujan deras.

Gundukan material longsor menutup jalan raya penghubung dua kabupaten yakni Banjarnegara dan Wonosobo. Untuk membuka jalan, kemarin didatangkan alat berat untuk memindah material longsor. Karena evakuasi material cukup lama, terjadi kemacetan panjang hingga 2 kilometer.

Menurut Anhar, 40, warga Krandegan, longsor terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu kawasan Banjarnegara diguyur hujan deras. Tiba-tiba tebing tinggi lahan pertanian warga itu longsor dan menimbun jalan raya.

“Sejak pagi hujan, untungnya waktu longsor tidak ada kendaraan lewat,” katanya,

Bahkan rombongan Gubernur Akpol yang kemarin dari arah Banjarnegara ke Wonosobo terhambat. “Iya, sementara rombongan Gubernur Akpol masih berada di Banjarnegara,”ujar Kasatlantas Polres Wonosobo AKP Sukarwan di lokasi bencana.

Untuk mengurai kemacetan panjang, petugas gabungan dari Polres Wonosobo dan Polres Banjarnegara berada di lokasi. Hingga siang hari, jalan sudah bisa dilewati setelah material bisa dipindahkan.

Berdasarkan catatan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, sekitar 54 rumah rusak akibat terkena longsor. Selain itu, seorang warga Desa Sidengok, Kecamatan Pejawaran dilaporkan tewas.

“Kami mendapat informasi jika tiga rumah di Karangkobar roboh akibat terkena longsor dan akses Jalan Banjarnegara-Karangkobar tertutup longsor di beberapa titik,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara Catur Subandrio di Banjarnegara.

Menurutnya, ada 67 titik longsor di Banjarnegara. Akibatnya 4 ruas jalan kabupaten dan sekitar 20 jalan desa tidak bisa dilalui karena tertimbun tanah.

Menurutnya, longsor juga menyebabkan seorang warga meninggal di Desa Sidengok, Kecamatan Pejawaran. “Hingga saat ini, kami masih melakukan upaya evakuasi dan menyingkirkan material longsoran dengan mengerahkan alat berat,” katanya, kemarin.

Sementara di Dusun Pencil, Desa Karangtengah, Kecamatan Wanayasa, bencana tanah bergerak masih berlangsung. Bahkan gerakan tanah semakin cepat, sekitar 1-3 meter. (ali/jpnn/ton)