Bencana Tersebar di 112 Tempat

461
RATA DENGAN TANAH: Sebuah rumah dan warung Soto Broto di Jalan Jogonegoro Wonosobo ambruk setelah tanah di bawah bangunan ambles. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)
 RATA DENGAN TANAH: Sebuah rumah dan warung Soto Broto di Jalan Jogonegoro Wonosobo ambruk setelah tanah di bawah bangunan ambles. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)

RATA DENGAN TANAH: Sebuah rumah dan warung Soto Broto di Jalan Jogonegoro Wonosobo ambruk setelah tanah di bawah bangunan ambles. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)

WONOSOBO – Hujan deras selama dua hari dua malam tanpa henti memicu bencana di sebagian besar wilayah Kabupaten Wonosobo. Tercatat dalam sehari kemarin (11/12) terjadi berbagai bencana, meliputi tanah longsor, tanah ambles, serta jembatan putus akibat dihantam arus sungai. Total ada 112 titik bencana tersebar di 37 desa pada 13 kecamatan.

Data yang dihimpun Radar Kedu, secara umum bencana terjadi berupa longsor kecil oleh tebing atau tanggul yang menimpa rumah. Sebagian besar permukiman berada di wilayah tebing.
Dari 112 titik bencana itu, sejumlah tempat tergolong mengalami kerusakan berat.

Di Desa Dempes Kecamatan Kaliwiro, longsor membuat jalan Wonosobo- Kebumen sempat terganggu. Karena gundukan material longsor menutup jalan raya. Kemudian di Argopeni, arus transportasi Wonosobo menuju Kecamatan Mojotengah juga macet. Gundukan material tebing yang longsor menutup jalan raya. Di Kecamatan Kejajar, tepatnya di Desa Tieng, jalan menuju Dieng longsor dengan panjang mencapai 20 meter.

Di Kecamatan Sukoharjo, bencana didominasi kerusakan jembatan. Paling parah jembatan penyambung Desa Bandingan Banjarnegara menuju Kecamatan Sukoharjo. Jembatan gantung tergerus luapan sungai Serayu.

Bencana juga terjadi di Kecamatan Wonosobo. Bangunan rumah dan warung Soto Broto di Jalan Jogonegoro ambruk lantaran tanah di bawah bangunan ambles. Kejadian ini, rembetan dari peristiwa beberapa waktu lalu ketika mobil Daihatsu Xenia milik Gunawan ditelan tanah ambles yang tepat di sebelah bangunan Soto Broto.

“Ada sepuluh rumah di deretan Soto Broto yang rawan,” kata Camatn Wonosobo Faisal RB saat ditemui di lokasi.

Faisal mengatakan, bangunan rumah dan warung Soto Broto berada di samping rumah Gunawan yang beberapa hari lalu terjadi tanah ambles. Tanah ambles ini karena di bawah tanah terdapat gorong-gorong air. Lantaran volume air membeludak, akhirnya menggerus bagian bawah bangunan hingga ambles.

Camat Kejajar Supriyadi saat dikonfirmasi mengatakan, longsor juga terjadi di beberapa lokasi. Di Desa Campursari, satu bangunan rumah warga terkena longsoran tebing. Akibatnya seorang warga bernama Iswi Utomo, 50, mengalami luka ringan dan dilarikan ke puskesmas. Sejumlah jalan di Desa Pata Banteng dan Desa Tieng juga rusak.

“Akses jalan menuju Dieng masih aman, cuma harus dilakukan pembatasan, untuk kendaraan besar disetop,” katanya.

Bupati Wonosobo Kholiq Arif mengatakan, sepanjang satu pekan ini telah berkoordinasi secara aktif dengan para camat, agar mereka berkoordinasi dengan para kades. Karena sebagian wilayah Wonosobo berada pada kontur tanah perbukitan yang dipenuhi tebing tinggi. Menurutnya, total bencana di 13 kecamatan, 37 desa dengan 112 titik bencana meliputi longsor, jembatan putus dan tanah ambles. “Tidak ada korban jiwa, hanya satu orang luka ringan karena terkena longsor di rumahnya,” katanya.

Kholiq menuturkan, longsor sempat memutus beberapa jalur transportasi. Namun pihaknya sudah mengerahkan alat berat untuk segera memindah material yang menutup jalan raya.
“Jalur transportasi hingga sore ini (kemarin, red) sudah bisa dilewati,” katanya. (ali/ton)