Lima Perampok Ditembak

547
LINTAS PROVINSI: Lima perampok yang dibekuk aparat Ditreskrimum Polda Jateng terpaksa ditembak kakinya. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
 LINTAS PROVINSI: Lima perampok yang dibekuk aparat Ditreskrimum Polda Jateng terpaksa ditembak kakinya. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

LINTAS PROVINSI: Lima perampok yang dibekuk aparat Ditreskrimum Polda Jateng terpaksa ditembak kakinya. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

MUGASSARI – Komplotan perampok yang menguras rumah juragan telur di Cilongok, Banyumas berhasil dibekuk aparat Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng. Sedikitnya lima tersangka ditembak kakinya. Kamis (11/12) sekitar pukul 12.00 kemarin, kelima tersangka dikeler ke Mapolda Jateng setelah ditangkap di tempat persembunyiannya di Jawa Timur. Dalam kurun waktu satu tahun, mereka telah beraksi di tiga lokasi terpisah di Jateng.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jateng, Kombes Pol Purwadi Arianto mengatakan, komplotan ini semuanya berjumlah 10 orang. “Kami menangkap 5 tersangka, dua lainnya telah ditangkap oleh tim Reskrim Polres Banyumas. Sedangkan tiga tersangka lain masih buron,” ungkapnya kepada Radar Semarang.

Dijelaskannya, kawanan ini merampok dengan sasaran para juragan atau pengusaha kaya. Para tersangka tidak segan menyekap satpam dan penghuni rumah. “Kami cukup lama mengejar kawanan perampok ini, mereka selalu berpindah-pindah tempat,” katanya.

Kelima tersangka adalah AN, warga Purwokerto, SG, warga Gombong, Kebumen, KN, warga Jember; AZ, warga Probolinggo, dan HT, warga Jember. “Mereka kami tangkap di daerah Jember, Jatim pada Rabu malam (10/12),” ungkap Purwadi.

Para tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan yang mengenai kaki, karena mereka berusaha kabur dan melakukan perlawanan. “Terakhir, mereka merampok seorang juragan telur di daerah Cilongok, Banyumas, 26 November 2014 lalu,” katanya.

Tersangka HT mengaku, komplotan tersebut merencanakan aksi perampokan dengan rapi. Masing-masing anggotanya berbagi peran, mulai eksekusi, pemilihan sasaran perampokan, hingga membaca peta lokasi dengan survei lokasi mengendarai mobil Avanza yang disewa. “Biasanya kami beraksi malam hari. Siangnya, ada yang melakukan survei terlebih dahulu di rumah yang menjadi target sasaran,” ujar HT.

Mereka juga mengetahui siapa-siapa saja yang menghuni rumah tersebut hingga dijaga oleh berapa satpam. Setelah diperhitungkan, mereka kemudian menyusun strategi untuk beraksi. “Kami langsung masuk rumah dengan menyekap semua penghuni, termasuk satpam, kemudian kami menjarah harta dan barang-barang berharga,” katanya.

Para penghuni dan satpam rumah tak berkutik, karena 10 perampok ini saat beraksi mengancam menggunakan parang. Tim kepolisian juga berhasil mengamankan barang bukti tiga buah parang, satu tablet, tiga buah lakban, uang jutaan rupiah, serta satu unit mobil Kijang bernopol W-514-ND yang digunakan beraksi. (mg5/aro)