Pembunuh Dipastikan Kenal Korban

368
BUKTI KEJAHATAN : Petugas mengamankan barang bukti pembunuhan, yaitu sepeda motor Honda Supra X 125 milik korban yang disita dari tangan pembeli. (Hanafi/radar semarang)
 BUKTI KEJAHATAN : Petugas mengamankan barang bukti pembunuhan, yaitu sepeda motor Honda Supra X 125 milik korban yang disita dari tangan pembeli. (Hanafi/radar semarang)

BUKTI KEJAHATAN : Petugas mengamankan barang bukti pembunuhan, yaitu sepeda motor Honda Supra X 125 milik korban yang disita dari tangan pembeli. (Hanafi/radar semarang)

PEKALONGAN – Jajaran Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Pekalongan Kota Kamis (11/12), sedikit demi sedikit mengungkap siapa pelaku yang membunuh Istanti, 26, guru SDN Kraton, Kota Pekalongan. Istanti ditemukan tewas dibunuh di kamar kost nya di Jalan Teuku Umar, Pasirsari, Pekalongan Barat, Sabtu (6/12) malam. Dari penyelidikan polisi, pelaku pembunuhan dipastikan kenal dengan korban.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Luthfie Sulistiawan mengatakan hal itu disimpulkan dari hasil evaluasi tim yang dibentuk, baik di TKP, tempat kerja maupun di sekitar keluarga korban. “Dari data yang kami kumpulkan mengarah kepada satu orang yang dicurigai pelaku, kita sedang dalami itu. Semoga bisa terungkap dalam waktu dekat. Kami indikasikan bahwa dan evaluasi pelaku adalah orang yang kenal dengan korban,” ucapnya.

Indikasinya bahwa pintu kost korban tidak rusak. Serta saat terjadi percakapan telepon antara korban dengan suaminya, sempat ada ucapan ‘monggo pak’ dari korban pada seseorang. “Jadi ini bukan orang asing,” jelasnya.

Motif pelaku membunuh korban diduga karena faktor ekonomi. Sebab banyak barang berharga korban yang hilang. “Barang bukti masih terus kami cari, tim kami sedang mengumpulkan, dari beberapa saksi sudah kami dapat,” tandasnya.

Beberapa barang bukti yang berhasil dikumpulkan, antara lain motor Honda Supra X 125D, dengan plat B 6811 SDY. Namun oleh pembeli terakhir diganti plat G 6393 JA. Motor itu dibeli seharga Rp 1,5 juta. Barang bukti lain berupa ponsel juga sudah di dapat, dari salah satu pengghuni lokalisasi di Pekalongan. “Jika sudah terkumpul semua barang bukti dan penadah, akan dimintai keterangan untuk menguatkan tuduhan kepada pelaku utama,” tegasnya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya Istanti, warga Desa Cindaga, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas yang menjadi guru kelas IV A di SDN Kraton, ditemukan tewas di kamar kost nya di Jalan Teuku Umar, Kelurahan Pasirsari, Pekalongan Barat, pada Sabtu (6/12) malam.

Korban yang sedang hamil 8 bulan meninggal karena dibunuh orang dengan cara dibekap hingga mati lemas. Selain membunuh korbannya, pelaku juga membawa kabur satu unit sepeda motor Honda Supra X 125, laptop, dan perhiasan milik Istanti. (han/ric)