Elpiji Melon Tembus Rp 20 Ribu

335
ANTRE : Para pengecer gas elpiji di Gemuh harus mengantre untuk mendapatkan elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram di SPBU 44 513 21 Gemuh, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
 ANTRE : Para pengecer gas elpiji di Gemuh harus mengantre untuk mendapatkan elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram di SPBU 44 513 21 Gemuh, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

ANTRE : Para pengecer gas elpiji di Gemuh harus mengantre untuk mendapatkan elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram di SPBU 44 513 21 Gemuh, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL— Harga gas elpiji 3 kilogram di Kendal melambung cukup tinggi. Dari harga agen Rp 16 ribu, pedagang menjual hingga Rp 20 ribu per tabung. Tingginya harga penjualan gas elpiji bersubsidi itu lantaran pedagang enggan merugi karena harga kebutuhan ikut naik pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM ) bersubsidi.

Meski dijual dengan harga yang terpaut cukup tinggi, tapi antusiasme masyarakat untuk mendapatkan gas elpiji sangat tinggi. Bahkan, SPBU 44 513 21 Gemuh yang menjadi agen penjualan gas elpiji tampak dipenuhi puluhan pengecer. Mereka harus mengantre untuk mendapatkan elpiji melon tersebut.

Sebanyak 260 tabung gas elpiji yang dijual oleh SPBU tersebut selalu habis terjual. Para pengecer harus mengantre hingga 3 jam untuk mendapatkan gas elpiji. Sebab harus berebut dengan pedagang lainnya. Salah seorang pengecer, M Mukhlisin, 36, mengatakan bahwa pasokan elpiji sebenarnya tidak mengalami kekurangan pasokan. Tapi karena minimnya agen, menjadikan puluhan agen harus mengantre. Para pengecer biasanya paling banyak hanya bisa membeli sekitar 5 sampai 10 tabung dari agen.

“Dapatnya tergantung, karena jumlah pengecer yang mengambil di agen. Jika yang mengambil sedikit, maka bisa dapat sesuai tabung yang ditukar, jika tidak ya dapatnya paling hanya 5 tabung saja,” katanya.

Ia mengatakan untuk setiap tabung, dirinya mengambil keuntungan Rp 2.500. Keuntungan sebanyak itu lantaran dirinya enggan merugi karena kebutuhan barang ikut naik. “Jarak tempuh lokasi penjualan eceran dari pengambilan di agen jauh, jadi pertimbangannya pedagang rugi jika hanya mengambil keuntungan seribu perak saja,” tandasnya.

Hal senada dikatakan Sumarsih, pedagang lainnya. Menurutnya untuk mendapatkan gas elpiji di Gemuh, para pengecer harus mengantre berjam-jam. Sehingga wajar jika para pedagang menjual dengan harga Rp 20 ribu per tabung. “Tapi ada juga pengecer yang menjual Rp 19 ribu per tabung,” katanya.

Supervisor SPBU 44 513 21 Gemuh, Ahmad Syaifudin menyampaikan bahwa pengecer yang menjadi langganan tetap di SPBU setempat hanya sekitar tiga orang. Namun setiap harinya ada sekitar 30 sampai 40 pengecer yang mengambil elpiji melon. “Yang tetap hanya sedikit, yang lain datang tidak tentu. Kadang bisa dua atau bahkan seminggu sekali. Harga elpiji melon dari sini Rp 16.500 per tabung, mulanya Rp 16.000. Mulai naik beberapa pekan lalu,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi banyaknya pengecer, pasokan elpiji melon tersebut dibagi rata. Namun, khusus bagi pelanggan tetap diberikan berapa pun jumlah yang ada dibeli. “Kalau yang sudah langganan dan fokus mengambilnya di sini, kami persilakan mau mengambil berapa pun. Sedangkan yang lain, biasanya 5 sampai 10 tabung,” tandasnya. (bud/ric)