Harga Cabai Tembus Rp 80 ribu

446
STOK TERBATAS: Salah seorang pedagang cabai di Pasar Rejowinangun Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
 STOK TERBATAS: Salah seorang pedagang cabai di Pasar Rejowinangun Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

STOK TERBATAS: Salah seorang pedagang cabai di Pasar Rejowinangun Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MAGELANG – Jika pembeli mengeluh dengan harga cabai yang makin melejit, pedagang cabai justru senang dengan kenaikan itu. Bagi pedagang, perputaran barang lebih cepat dibanding saat harga cabai anjlok.

“Ya seneng to kalau harga cabainya mahal. Walau untungnya sedikit, tapi perputaran cepat. Soalnya tidak semua pedagang punya cabai kalau harganya mahal seperti ini,” kata Marpuah salah satu pedagang di Pasar Rejowinangun, Kamis (11/12).

Kendala yang dihadapi pedagang hanya pada modal. Menurutnya dibutuhkan modal dua hingga tiga kali lipat untuk bisa kulakan cabai langsung dari petani. “Kalau dulu modal bisa buat beli cabai sekuintal, sekarang cuma dapat 2 kilogram cabai,” tuturnya sambil tertawa.

Perempuan asal Temanggung itu mengaku mengalami penurunan penjualan 50 persen untuk pelanggan dari restoran. Tapi untuk konsumen rumah tangga masih stabil.

“Bedanya kalau restoran itu biasanya udah beli cabai saat harganya murah, kemudian disimpan di lemari pendingin jadi awet. Jadi saat cabai harganya mahal seperti ini, mereka tidak beli. Kalaupun beli cuma sedikit,” jelasnya.

Perempuan yang akrab di sapa Ipoh itu menyebutkan, sejak November lalu harga cabai terus naik. Dan sudah seminggu ini harga per kilogramnya menembus Rp 80 ribu untuk cabai merah besar dari harga sebelumnya Rp 75 ribu. Sedangkan cabai rawit merah (Bangkok, Red) yang dulu Rp 75 ribu, sekarang turun menjadi Rp 65 ribu.

“Kalau keriting merah tetap stabil Rp 60 ribu. Rawit hijau juga tetap Rp 55 ribu,” sebutnya.

Selain harga cabai, bawang putih dan bawang merah juga mulai merangkak. Kenaikannya hingga Rp 5-8 ribu perkilogramnya. “Sudah satu mingguan ini harga bawang putih cutting dari Rp 12 ribu naik sampai Rp 16-17 ribu, kalau bawang sinco masih normal, naiknya seribu saja. Dari Rp 13 ribu, sekarang Rp 14 ribu. Walau naik, tapi ibu-ibu tetap beli yang cutting karena lebih marem masaknya,” ujar pedagang bawang Mardiyah.

Perempuan 52 tahun ini juga menjelaskan, harga bawang merah dari Brebes naik 50 persen, dari harga Rp 8 ribu, kini Rp 16 ribu per kilogram. “Banyak yang gagal panen, jadi brambang (bawang merah, red) mahal sekali. Tapi kalau bawang bombai masih tetap stabil Rp 22 ribu perkilogram atau kalau diecer per biji Rp 2.500. Tapi tidak terlalu laris kok,” jelasnya. (put/ton)