Jenazah Akan Dipulangkan Lewat Semarang

332
FASILITASI : Perwakilan DPD Ajaspac Jateng menyerahkan bantuan saat mengunjungi keluarga korban,Sri Panuti, TKW yang dibunuh di Malaysia. (Mahfudz alimin/radar semarang)
 FASILITASI : Perwakilan DPD Ajaspac Jateng menyerahkan bantuan saat mengunjungi keluarga korban,Sri Panuti, TKW yang dibunuh di Malaysia. (Mahfudz alimin/radar semarang)

FASILITASI : Perwakilan DPD Ajaspac Jateng menyerahkan bantuan saat mengunjungi keluarga korban,Sri Panuti, TKW yang dibunuh di Malaysia. (Mahfudz alimin/radar semarang)

BATANG- DPD Asosiasi Jasa Penempatan Asia Pasifik (Ajaspac) Jateng siap memfasilitasi pemulangan jenazah Sri Panuti ke kampung halamannya. Hal tersebut ditegaskan Heri Darman dari DPD Ajaspac Jateng saat mengunjungi keluarga Sri Panuti, TKW Batang yang tewas dan dimutilasi di Malaysia, Jumat (12/12).

Heri mengatakan meski korban dikabarkan bekerja di Malaysia tidak melalui perusahaan yang resmi, pihaknya tidak menutup mata dan tetap akan memfasilitasi kepulangan korban. “Berangkat dari mana pun korban, karena ia Warga Negara Indonesia, ya kami bantu. Untuk prosesnya nanti akan melalui Semarang agar mudah dan cepat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengatakan bahwa TKW ilegal marak terjadi, terutama yang tujuan ke Malaysia. Karena masih banyak pintu-pintu yang memudahkan akses para Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) yang tidak resmi. “Masih banyak PPTKIS yang tidak resmi, sehingga dalam penempatannya tanpa prosedur dan tanpa Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) yang jelas.” katanya.

Ia menambahkan pemerintah harus lebih memperketat lagi dalam urusan imigrasi terutama keluar negeri. Terlebih temuan-temuan terkait pintu-pintu yang memudahkan akses PPTKIS ilegal harus secepatnya diatasi. “Banyak sekali di Indonesia, seperti Batam, Riau, Kalimantan, bahkan Tanjung Pinang. Semua itu pintu masuk ilegal,” terangnya.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), Sugiatmo mengatakan akan lebih intens dalam menjalin hubungan baik dengan keluarga korban maupun instansi yang menangani kasus tersebut. “Jalinan komunikasi baik dengan keluarga maupun instansi terkait seperti BNP2TKI lebih kami intensifkan. Melihat keluarga korban sangat menanti informasi,” tandasnya. Menurutnya saat ini belum ada perkembangan penanganan kasus tersebut karena masih menunggu proses identifikasi melalui tes DNA yang telah diambil dari keluarga korban baru-baru ini. (mg12/ric)