Khawatir Longsor, Tidur di Ruang Tamu

338
CEGAH LONGSOR : Warga Dusun Banaran, Desa Gemawang menata plastik untuk menutupi tebing mencegah longsor susulan. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
CEGAH LONGSOR : Warga Dusun Banaran, Desa Gemawang menata plastik untuk menutupi tebing mencegah longsor susulan. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
CEGAH LONGSOR : Warga Dusun Banaran, Desa Gemawang menata plastik untuk menutupi tebing mencegah longsor susulan. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

JAMBU-Sejumlah warga Dusun Banaran RT 4 RW 3, Desa Gemawang, Kecamatan Jambu, khawatir terjadi longsor susulan ketika turun hujan deras. Terutama yang rumahnya berada di bawah bukit yang nyaris longsor yakni keluarga Mulyani, 56, dan Benyono, 52. Keduanya meminta Pemkab Semarang segera menangani tebing yang sempat longsor tersebut.

Menurut Mulyani, tebing yang longsor Jumat (5/12) kemarin berada tepat di atas rumahnya. Ketinggian tebing 11 meter dan panjang 12 meter, saat ini kondisinya mengkhawatirkan karena sudah pernah longsor. Pertama kali longsor, material longsoran sempat mengenai rumahnya. Sehingga keluarga khawatir akan terjadi longsor susulan ketika turun hujan deras.

“Saat terjadi longsor pertama, sebagian rumah saya rusak. Yakni pada tiang cor penyangga teras akibat tertimpa pohon jambu dan tanah yang ambruk dari tebing,” tutur Mulyani, Jumat (12/12) siang.

Demikian halnya dengan keluarga Benyono yang khawatir terjadi longsor susulan. Bahkan, memilih tidur di ruang tamu ketika turun hujan. Karena rumah bagian belakang, yakni kamar dan dapur sudah retak-retak temboknya karena longsor. Kondisi itu membuat keluarga trauma dan khawatir jika terjadi longsor susulan.

“Setiap kali turun hujan, kami selalu was-was terjadi longsor. Akhirnya memilih menempati ruang tamu karena rumah bagian belakang yakni kamar dan dapur temboknya sudah mulai retak,” tutur Benyono.

Saat ini, katanya, tebing yang longsor masih ditangani secara sederhana, yakni ditutupi plastik. Pihaknya meminta pemerintah segera melakukan penanganan agar tidak terjadi longsor susulan.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Arief Budianto mengatakan, bantuan berupa kebutuhan dasar seperti makanan sudah disalurkan pada korban bencana di Gemawang. Selain itu, DPU Kabupaten Semarang juga turun membantu pencegahan longsor susulan dengan memasang plastik penutup dan talud karung.

“Untuk sementara, kami tutup plastik dan memasang talud dari karung berisi pasir. Tujuannya, antisipasi longsor susulan. Kami juga menghimbau agar masyarakat lebih waspada dan mengantisipasi dengan memperlancar saluran air dan memangkas ranting pohon agar tidak ambruk saat dihempas angin kencang,” kata Arief. (tyo/ida)