LED Dominasi Penjualan Elektronik

325
DIBURU KONSUMEN : Konsumen mengganti televisi konvensional ke LED TV selama pameran Atlanta Premium Sale di Mal Paragon hingga 14 Desember 2014 mendatang. (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)
 DIBURU KONSUMEN : Konsumen mengganti televisi konvensional ke LED TV selama pameran Atlanta Premium Sale di Mal Paragon hingga 14 Desember 2014 mendatang. (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)

DIBURU KONSUMEN : Konsumen mengganti televisi konvensional ke LED TV selama pameran Atlanta Premium Sale di Mal Paragon hingga 14 Desember 2014 mendatang. (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG-Penjualan elektronik selama pameran Atlanta Premium Sale yang digelar di Mal Paragon hingga 14 Desember 2014 mendatang, masih didominasi TV LED. Hal ini karena harga produk LED semakin turun dan banyak hadiah yang diberikan kepada konsumen.

Menurut Direktur Atlanta Electronics, Santoso Kurniadi, penjualan elektronik masih didominasi oleh LED TV dengan kontribusi 35 persen dari total penjualan. Disusul kemudian AC 30 persen, kulkas 25 persen, mesin cuci 10 persen, dan sisanya lain-lain, baik audio video maupun home appliances. “Peningkatan penjualan LED dikarenakan banyak konsumen yang semula memiliki TV tabung beralih ke LED,” tuturnya.

LED TV makin diburu, imbuhnya, karena teknologi yang semakin canggih, ramah, lingkungan dan hemat energi, serta harganya yang makin terjangkau. Apalagi setiap rumah kini tidak hanyak memakai satu TV, tetapi sudah seperti AC tiap kamar ada TV,” jelasnya.

Sementara itu, memasuki musim penghujan, penjualan mesin cuci juga mengalami peningkatan signifikan. Atlanta Electronics Semarang, sejak dua bulan terakhir mencatat lonjakan penjualan hingga 20 persen dibandingkan bulan-bulan biasanya.

Dari berbagai tipe mesin cuci, lanjut Santoso, mesin cuci yang paling diburu adalah model top loading dan disusul front loading. Mesin cuci ini tidak hanya dipakai untuk rumah tangga tetapi juga laundry.

“Di musim penghujan, mesin cuci yang dilengkapi pengering pakaian, model top loading dan front loading jadi pilihan konsumen,” tambahnya di sela pameran elektronik.

Santoso mengaku, saat ini produk elektronik kelas premium menjadi favorit konsumen di tengah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Kendati ada kenaikan antara 50-100 persen. “Kalau elektronik low end dengan segmen kelas menengah bawah malah anjlok penjualannya hingga 20 persen lantaran terdampak kenaikan BBM,” ujarnya.

Sementara itu, dalam pameran kali ini, masih menggunakan harga lama. “Malahan banyak program promosi dan cuci gudang dari masing-masing vendor untuk menghabiskan stok,” tegasnya. (tya/ida)