Pelanggar Lalu Lintas Meningkat 20 Persen

506
BODONG : Kasatlantas Polres Demak AKP Andriyanto menunjukkan motor bodong tanpa spion hasil sitaan Operasi Zebra, kemarin. (Wahib pribadi/radar semarang)
BODONG : Kasatlantas Polres Demak AKP Andriyanto menunjukkan motor bodong tanpa spion hasil sitaan Operasi Zebra, kemarin. (Wahib pribadi/radar semarang)
BODONG : Kasatlantas Polres Demak AKP Andriyanto menunjukkan motor bodong tanpa spion hasil sitaan Operasi Zebra, kemarin. (Wahib pribadi/radar semarang)

DEMAK- Operasi Zebra yang digelar selama 14 hari oleh Satlantas Polres Demak berhasil menjaring ribuan pelanggar lalu lintas di jalan raya. Jumlah pelanggar dan yang dikenai tilang meningkat 20 persen. Bila pada 2013 ada 1.822 kendaraan, maka pada 2014 ini tercatat ada 2.185 pelanggar.

Sedangkan, pelanggar yang dikenai teguran pada 2013 ada 1.530, kini naik menjadi 1.581 pengendara atau naik 4 persen. Dari Operasi Zebra ini, ditemukan pula sebanyak 1.090 pengendara yang tidak punya Surat Izin Mengemudi (SIM). Rata-rata pelanggar adalah pekerja swasta yaitu sebanyak 1.532 orang. Untuk usia pelanggar antara 16 hingga 20 tahun atau masih pelajar dan disusul karyawan pabrik. Pengendara sepeda motor tercatat ada 711 orang dan roda empat 124 orang.

Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho melalui Kasubag Humas AKP Zamroni mengatakan, untuk laka lantas naik dari 16 menjadi 22 kali kejadian atau naik 38 persen. Namun, jumlah korban tewas turun dari 8 orang menjadi 2 orang. Sedangkan, luka berat hanya 3 orang dan luka ringan 28 orang. “Melihat dari hasil operasi ini, kesadaran berlalulintas masyarakat masih rendah,” ungkapnya.

Kasatlantas Polres Demak AKP Andriyanto menambahkan, pelajar yang melanggar banyak dari SMA. Para pelajar ini banyak tidak pakai helm dan motor satu dinaiki tiga orang. Motor pun kadang dipreteli, ban roda kecil, tanpa spion, serta suara knalpot bising. Ada pula yang pakai kendaraan bodong tanpa surat-surat.

Pelanggaran yang biasa dilakukan para buruh pabrik yang berada di kawasan industri Sayung karena rata-rata tidak mau memutar jauh sehingga lebih memilih jalan pintas dengan melawan arus supaya lebih cepat sampai tujuan. “Mereka malas berputar. Sebaliknya, mereka suka melawan arus sehingga menganggu pengguna jalan yang lain dengan naik motor terburu-buru,” katanya. (hib/ric)