Perda Karaoke Ditolak

328
TEMUI KONSTITUEN : Anggota DPRD Provinsi Jateng Amir Darmanto bersama anggota dewan dari DPRD Demak dari Fraksi PKS saat reses di Kantor DPD PKS Demak, kemarin sore. (Wahib pribadi/radar semarang)
 TEMUI KONSTITUEN : Anggota DPRD Provinsi Jateng Amir Darmanto bersama anggota dewan dari DPRD Demak dari Fraksi PKS saat reses di Kantor DPD PKS Demak, kemarin sore. (Wahib pribadi/radar semarang)

TEMUI KONSTITUEN : Anggota DPRD Provinsi Jateng Amir Darmanto bersama anggota dewan dari DPRD Demak dari Fraksi PKS saat reses di Kantor DPD PKS Demak, kemarin sore. (Wahib pribadi/radar semarang)

DEMAK- Banyaknya warung remang-remang di Jalur Lingkar Selatan (JLS) Kota Demak sangat meresahkan warga. Pasalnya, hingga kini warung tersebut makin bertambah marak. Selain itu, warga juga mempertanyakan keseriusan pemerintah setempat dalam menertibkan karaoke yang diduga menyalahgunakan izin studio musik. Namun, dalam praktiknya justru untuk karaoke.

Persoalan itu mengemukan dalam reses anggota DPRD Provinsi Jateng, Amir Darmanto, di Kantor DPD PKS Demak, Jalan Sultan Hadiwijaya, kemarin sore. Hadir dalam reses ini, Ketua DPD PKS Jumaeri, Sekretaris Ahmad Gufron, anggota DPRD Demak Kamzawi, Mudhofar, Safuwan dan lainnya. Sunardi, warga Kecamatan Wonosalam mengungkapkan, banyak perempuan berpakaian seronok di warung-warung tepi jalan pantura JLS tersebut. “Kita berharap aparat bertindak tegas. Kita tidak ingin disambut wanita penghibur yang berpakaian seronok,” ujar Sunardi.

Menanggapi aspirasi warga itu, Ketua Fraksi PKS DPRD Demak, Kamzawi menuturkan, bahwa sekarang ini dewan bersama eksekutif sedang membahas berbagai perda yang di dalamnya mengatur masalah hiburan.

Sementara, anggota DPRD Jateng, Amir Darmanto mengatakan, sejak dirinya menjadi anggota dewan di DPRD Demak, fraksi PKS yang dipimpinnya dengan tegas menolak adanya Perda karaoke. Sebab, perda seperti itu tidak ada manfaatnya. Sebaliknya, justru banyak mudharatnya. “Dulu, kita sudah bersikeras menolak perda karaoke. Saya tidak sepakat karena perda karaoke akan menyuburkan karaoke itu sendiri. Selain itu, hanya menguntungkan orang-orang tertentu saja. Jadi, tidak ada manfaatnya, karena berpotensi terjadi kemaksiatan di situ,” katanya.

Dia tahu persis, bahwa di dalam karaoke biasanya ada pemandu karaoke (PK) nya. Yang memprihatinkan, pakaian yang dikenakan tidak komplit alias sangat terbuka sehingga mengundang maksiat bagi yang melihatnya. “Pakaian PK yang seperti itu tidak mungkin bisa menutupi aurat. Justru malah terbuka lebar. Selain itu, di dalam karaoke itu sudah pasti ada minuman keras dan perbuatan yang cenderung dekat dengan zina,” ungkapnya.

Karena itu, dia berharap, karaoke di Demak tidak berkembang sehingga suasana religi tetap terpelihara di Kota Wali. “Mendingan buat dzikir dan salat tepat waktu,” saran Amir.

Sekretaris DPD PKS Demak, Ahmad Gufron mengatakan, reses tersebut untuk menyerap aspirasi masyarakat. Dengan demikian, aspirasi tersebut bisa disampaikan untuk dibahas di DPRD Demak maupun DPRD Provinsi Jateng melalui wakil masing-masing. Selain soal karaoke, para konstituen juga menanyakan beberapa persoalan tentang guru wiyata yang tidak sejahtera hingga masalah jembatan timbang di wilayah Jateng yang banyak ditutup setelah adanya sidak Gubernur Ganjar Pranowo jauh hari sebelumnya. (hib/ric)